AYOJAKARTA.COM - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek pada Selasa, 4 Maret 2025 lalu telah meninggalkan duka mendalam.
Diketahui tragedi ini memakan korban jiwa sebanyak tiga orang, yang terdiri dari seorang balita berusia 3 tahun di Jakarta Selatan dan sepasang suami istri di Kabupaten Bogor.
Kedua kejadian tersebut menjadi catatan kelam akibat derasnya arus banjir dan tingginya curah hujan yang melanda beberapa wilayah di Bogor, Bekasi, dan Jakarta pada hari itu.
Di Jakarta Selatan, seorang balita bernama Ataris Alsaki, 3 tahun, menjadi korban tewas terseret arus banjir di Jalan Kang Perintis RT 10 RW 10, Kelurahan Kebon Baru, Tebet.
Pada saat kejadian, korban bersama keluarganya terjebak di atas rumah karena luapan air Kali Ciliwung yang terus naik.
Kondisi ini memaksa mereka untuk dievakuasi menggunakan perahu karet.
Namun, nasib tragis menimpa mereka ketika perahu karet yang ditumpangi terbalik karena tak mampu menahan derasnya arus banjir di gang sempit dan banyaknya kabel yang melintas.
Tubuh balita malang itu hilang terseret arus yang deras, dan baru ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu dini hari setelah air mulai surut.
"Itu ditemukan saat arusnya udah mulai surut, banjir udah mulai surut, ditemukan katanya di dekat di belakang musala. Posisi korban itu lagi telentang, katanya udah kaku, udah enggak bernyawa lagi. Terus itu ditemuin sama temannya suami korban," ungkap seorang saksi dalam tayangan YouTube tvOneNews
Setelah disemayamkan di rumah duka, Ataris Alsaki dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan, Hutama Karya Resmikan Pembangunan RSUD Bengkulu Tengah
Di hari yang sama, bencana serupa juga melanda Desa Kiara Pandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Banjir bandang di daerah tersebut menewaskan sepasang suami istri, Anam Ropi (57) dan istrinya Anjh (49).
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal di tempat yang berbeda.
Sang istri pertama kali ditemukan di bawah jembatan bambu di aliran Sungai Cisarua yang tidak jauh dari rumahnya, sementara sang suami ditemukan sekitar 150 meter dari lokasi penemuan jenazah istrinya.
Diketahui dari kesaksian warga, pasangan suami istri tersebut terseret arus Sungai Cisarua ketika hendak pulang ke rumah setelah bekerja dari ladang garapan mereka.
Cerita ini dibagikan oleh anak korban, seperti dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews.
"Ibu sama Bapak kan pagi-pagi suka ke kebun bareng. Kalau pulang itu biasanya jam 3 udah ada di rumah.
Pas kemarin, pas saya pulang kerja, kakak saya bilang Ibu sama Bapak jam 4.30 belum pulang.
Pas saya dengar gitu, saya langsung jemput ke tempat kejadian. Pas saya sampai tempat kejadian, saya melihat ibu saya sudah terbaring di arus," ujarnya.
Setelah jenazah korban disalatkan, keluarga dan kerabat mengantarkan kedua korban hingga ke tempat peristirahatan terakhir yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.***

Share this article
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek pada Selasa, 4 Maret 2025 lalu telah meninggalkan duka mendalam, kisah pilu para korban