AYOJAKARTA.COM - Rencana pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terdengar oleh publik usai pernyataan Demokrat resmi mengundurkan diri dari koalisi perubahan dan mencabut dukungan untuk Anies Baswedan.
Untuk saat ini elite dari Partai Demokrat dan Partai PDI Perjuangan mengaku sudah melakukan komunikasi politik secara intens.
Kepala Badan Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra ikut angkat bicara.
Dalam hal ini, Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan bahwa pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan SBY saat ini masih dalam proses.
Sebab, pihak Demokrat tidak ingin terburu-buru untuk mempertemukan keduanya.
“Beliau-beliau ini kan orangtua kita, kita ikuti saja, janganlah kemudian kita seakan-akan mendesak-desak atau bagaimana. Biarkan semuanya berjalan alami," ucap Herzaky, dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, Minggu (10/09/2023).
Baca Juga: Curhat Anies Baswedan dan Cak Imin Masih Ngarep Demokrat ‘CLBK’ hingga Tunggu Dukungan Resmi PKS
Herzaky pun menyatakan saat ini partainya membuka dua opsi dukungan kepada Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 yang akan datang.
Selain itu, wacana pertemuan Megawati dan SBY ini juga mendapat respons dari Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa komunikasi politik secara intens sudah dilakukan oleh elite Partai Demokrat dan Partai PDI Perjuangan.
Baca Juga: Curhat Anies Baswedan Masih Butuh Kehadiran Demokrat untuk Jaga Ikhtiar Perubahan
“Ibu Puan sudah bertemu dengan Mas AHY, saya juga sudah bertemu dengan mas Tengku Riefky Sekjen dari Partai Demokrat. Komunikasi yang intens terus kami lakukan, bahkan kami mendengar beberapa partai yang mengusung pak Ganjar juga akan mengadakan pertemuan dengan Partai Demokrat," ujar Hasto.
Menurutnya wacana pertemuan dari keduanya akan memberikan respon positif yang dapat membangun kesepakatan bersama untuk kedepannya.
Ia pun menegaskan bahwa jika bekerjasama dengan Partai yang sudah mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres di Pilpres 2024 harus mementingkan bangsa dan Negara agar dapat membentuk kerja sama yang kokoh.***

Share this article
Usai cabut dukungan untuk Anies Baswedan dan hengkang dari koalisi perubahan, Demokrat siap bertemu dengan PDI Perjuangan.