AYOJAKARTA.COM – Meski pelaksaan pilpres kian dekat, para capres masih belum ada yang lantang mendeklarasikan sosok cawapresnya, termasuk Anies Baswedan.
Belum menentunya arah koalisi, opini untuk menyatukan pasangan Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo pun mencuat ke permukaan.
Mimpi menyatukan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang sama-sama merupakan alumni UGM datang dari Said Abdullah, salah satu elit PDIP.
Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, opini menduetkan Anies-Ganjar atau Ganjar-Anies merupakan bentuk tanggapan PDIP atas kritisme publik.
Baca Juga: PKS Tak Tutup Kemungkinan Duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan Sebagai Capres dan Cawapres
Sebagaimana diketahui, tak sedikit masyarakat menilai bahwa PDIP merupakan partai yang eksklusif dan angkuh.
“PDI Perjuangan ini menunjukkan keluwesan dalam berpolitik dan itu terlihat ketika Mbak Puan bertemu dengan banyak pihak termasuk Partai Demokrat,” ujar Yunarto Wijaya.
Namun demikian Yunarto Wijaya berspekulasi, rentang ideologis yang cukup berbeda antara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak membuahkan hasil berarti.
Pasalnya perbedaan tersebut bukan saja mampu menciptakan hasil yang tak sesuai harapan, tapi juga dapat mendatangkan perpecahan.
“Spekulasi ini ya, dia malah menjadi air dan minyak yang akan terus memisahkan diri bahkan bukan tidak mungkin menguntungkan calon lain,” imbuh Yunarto Wijaya.
Baca Juga: Anies Baswedan Optimis Menangkan Suara di Jawa Tengah Pada Pilpres 2024
Adanya opini yang datang dari PDIP untuk menyatukan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo juga ditanggapi PKS sebagai salah satu pendukung Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Menurut Juru Bicara PKS Muhammad Iqbal, meski dalam politik setiap kemungkinan bisa terjadi namun untuk menyatukan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo merupakan hal yang tak mudah.
“Dalam konteks politik semua kemungkinan bisa terjadi, tapi dalam kasus ini agak sulit kecuali Pak Anies jadi Presiden,” jelas Muhammad Iqbal.
Lebih lanjut, Jubir PKS menegaskan bahwa mendukung Anies Baswedan sebagai presiden merupakan nilai tawar yang tidak bisa digeser.
“Kalau Anies presidennya itu sangat mungkin, tapi kalau Anies jadi wakilnya saya rasa itu juga sulit ya,” ungkap Muhammad Iqbal.
Baca Juga: Wacana Duet Ganjar dan Anies Baswedan, Nasdem: Kemungkinan Selalu Ada
Terkait dengan cawapres Anies Baswedan yang hingga kini belum juga diumumkan ke publik, Muhammad Iqbal memberi tanggapan.
Menurutnya, salah satu hal terpenting dalam Pilpres 2024 mendatang adalah figur Calon Wakil Presiden sehingga proses tersebut lebih membutuhkan cukup waktu.
Mengingat pentingnya peran dari kandidat cawapres, Muhammad Iqbal menegaskan bahwa upaya menemukan figur terbaik perlu dilakukan dengan lebih selektif.
Sehingga hasil akhir dari proses yang tidak terburu-buru tersebut bisa membuahkan hasil optimal bagi koalisi.
“Kami tetap optimis Pak Anies tetap bisa berlayar di Pemilu 2024,” pungkasnya dikutip Ayojakarta pada Rabu, 23 Agustus 2023 dari YouTube Metro TV.***

Share this article
Soal opini menyatukan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, begini tanggapan pengamat politik Yunarto Wijaya.