AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang sama-sama menunaikan ibadah haji mengadakan pertemuan di tanah suci.
Pertemuan ini menarik perhatian publik karena baik Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo merupakan bakal Capres yang akan bersaing.
Oleh karena itu tidak sedikit yang berasumsi bahwa pertemuan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di tanah suci ini memiliki unsur politik.
Baca Juga: Setelah Ibadah Haji, Anies Baswedan Akan Segera Umumkan Cawapresnya
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (28/6/2023), Pakar Komunikasi Politik Prof Karim Suryadi menilai bahwa pertemuan antara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak bisa dianggap sepele.
Karena meskipun terlihat sepele tetapi pertemuan antara Anies dan Ganjar memiliki makna yang sangat luar biasa.
“Jangan pernah sepelekan konteks sesuatu yang tampak sepele tetapi maknanya sangat luar biasa,” ujang Prof Karim Suryadi.
Menurut Prof Karim Suryadi, baik Anies dan Ganjar sama-sama memiliki arus yang sangat keras dalam dunia politik karena persaingan sesama bakal Capres.
Namun terlepas dari itu, Prof Karim Suryadi mengamati bahwa foto pertemuan Anies dan Ganjar menunjukkan ketenangan dan sejuk.
Prof Karim Suryadi menganalogikan Anies dan Ganjar seperti samudera yang di permukaan terlihat sangat terang namun di dalamnya terdapat arus yang kuat.
Akibat pertemuan keduanya yang dinilai sangat damai maka publik mengasumsikan bahwa dimungkinkan akan ada kerjasama politik diantara keduanya.
Namun Prof Karim Suryadi menyampaikan asumsi tersebut masih terlalu dini jika hanya melihat pertemuan Anies dan Ganjar di tanah suci.
Karena jika ada kerjasama politik yang akan terjadi di antara keduanya maka yang menentukan hal tersebut adalah partai politik masing-masing yang memberikan dukungan sedangkan pertemuan Anies dan Ganjar di Arab Saudi merupakan pertemuan pribadi.
“Kita tidak tahu apa yang terjadi antara Ganjar dan Anies di sana. Tetapi menurut saya terlalu jauh berspekulasi akan ada kerja sama politik. Mengapa? Karena yang menjadi urusannya kerja sama itu menjadi domainnya partai politik yang mengusung mereka,” ungkap Prof Karim Suryadi.
Menurut Prof Karim Suryadi, politik merupakan sekedar permainan tanda. Misalnya tanda pertemuan antara AHY dengan Puan Maharani, tanda SBY mengunggah sebuah artikel mengenai cawe-cawe presiden Jokowi, tanda tweet SBY yang mengungkapkan tentang mimpinya.
Jadi walaupun Anies dan Ganjar bertemu dalam konteks sama-sama sedang menjalankan ibadah haji tetapi kita tidak pernah tahu sebenarnya ada apa dibalik pertemuan tersebut.***

Share this article
Pakar Komunikasi Politik Prof Karim Suryadi menilai pertemuan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tidak bisa dianggap sepele.