AYOJAKARTA.COM - Selain mengucap syahadat, mendirikan sholat, berpuasa serta membayar zakat; rukun Islam juga menetapkan ibadah haji sebagai sebuah rukun.
Mengingat ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik serta finansial memadai, maka tidak mudah bagi seorang muslim untuk bisa berhaji.
Selain kedua hal tersebut, tidak jarang kuota untuk peserta ibadah haji di suatu negara telah dibatasi oleh negara penyelenggara.
Dengan adanya pembatasan kuota peserta haji, maka pemerintah selaku penyedia layanan haji bisa memastikan semua ragam kenyamanan beribadah.
Meskipun pada prinsipnya ibadah haji gratis, namun dalam pelaksanaan calon peserta haji masih membutuhkan sejumlah biaya.
Dari biaya-biaya tersebut, kemudian akan digunakan sebagai biaya penginapan, biaya makan, biaya transportasi serta biaya lain selama berada di Mekah.
Baca Juga: GEGER! Jamaah Haji Lansia Mendadak Minta Turun dari Pesawat, Alasannya Bikin Kaget
Melalui anggaran yang telah ditentukan, peserta ibadah haji bisa fokus untuk beribadah tanpa memikirkan aspek akomodasi dan transportasi.
Namun demikian, bagi sebagian kalangan persoalan-persoalan teknis menyangkut akomodasi dan transportasi tidak menjadi persoalan.
Berbekal keyakinan diri yang tinggi, sebagian jamaah haji memilih backpacker atau mode pengelana untuk menunaikan ibadah haji.
Baca Juga: Tiba di Makkah, Jemaah Haji Langsung Umrah
Kabar tentang adanya haji backpacker belum lama ini juga sempat menjadi bahan perbincangan para warganet.
Seperti yang diunggah oleh salah seorang warganet yang menjelaskan tentang suasana serba terbatas ketika berhaji.
Berbeda dengan peserta haji yang namanya termasuk ke dalam kontingen atau kelompok terbang haji, haji backpacker tidak memerlukan semua itu.
Baca Juga: Berangkat Haji Semakin Mudah, bank bjb syariah Beri Solusi Melalui Tabungan Haji
Biasanya, haji backpacker akan berangkat untuk menunaikan ibadah haji tanpa adanya sokongan dari pemerintah.
Karena sifatnya yang mandiri, maka fasilitas yang didapatkan juga berbeda jauh dengan rombongan haji lainnya.
Jika rombongan haji yang namanya tercantum dalam daftar kelompok terbang bisa mendapatkan penginapan bagus, hal tersebut tidak didapatkan oleh haji backpacker.
Para haji backpacker akan menggunakan tenda sebagai tempat mereka beristirahat usai menjalankan rukun-rukun dalam ibadah haji.
Dalam salah satu unggahan video, warganet bernama Rama qia membagikan suasana wukuf di Arafah dengan bermodal tenda terpal.
Pada unggahan video tersebut juga terlihat sosok Rama yang tengah melakukan perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah bersama ribuan jamaah haji dari berbagai negara.
Dengan adanya unggahan mengenai haji backpacker tersebut, ratusan warganet banyak yang mengapresiasi kegigihan dalam berhaji.
Namun demikian ada juga warganet yang mempertanyakan pentingnya mengunggah video ketika beribadah haji.
“Jadi Masnya itu niatnya ingin ibadah haji atau ngevlog?” tulis warganet bernama @*hicktset* dalam kolom komentar.
Demikian tanggapan warganet tentang haji backpacker yang dikutip Ayojakarta pada Senin, 5 Juni 2023 dari akun instagram @viralsekali. ***

Share this article
Para haji backpacker akan menggunakan tenda sebagai tempat beristirahat usai menjalankan rukun-rukun dalam ibadah haji.