AYOJAKARTA.COM -- Menunaikan ibadah haji merupakan ibadah yang wajib bagi umat islam yang memang sudah memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.
Tentunya bagi mereka yang sangat ingin pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji akan melakukan berbagai cara demi mewujudkannya.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Kardam Jawilan seorang jamaah haji yang berasal dari Serang, yang berprofesi sebagai petani.
Baca Juga: Skakmat! Buntut Video Viral Mario Dandy Pasang Kabel Ties Sendiri, Kapolda Metro Jaya Minta Maaf
Selain sebagai petani, Kardam Jawilan diketahui juga memiliki usaha warung di rumahnya seperti dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube METROTV.
"Sehari-hari jualan warungan, sama nanam padi, tani," ungkap Kardam.
Kardam Jawilan bersikeras ingin pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, hingga ia berhenti merokok untuk konsisten menabung Rp25.000 per harinya.
"Saya berhenti merokok, (uangnya) dipake buat nabung, aturan untuk beli roko pake nabungnya sehari Rp25.000," ungkap Kardam.
"Kalo lagi enggak ada yang Rp25.000, itu ntar hari-hari lain kalau ada lebih dari Rp25.000 itu nutupin yang kurang-kurang itu," lanjutnya.
Baca Juga: VIRAL! Video Detik-detik Jeritan Sakaratul Seorang Imam Masjid, Bikin Merinding
Kardam Jawilan mengatakan ia berusaha terus menabung Rp25.000 per hari selama 10 sampai 11 tahun hingga tiba saat ini ia dipanggil untuk berangkat haji.
"Pokonya rata-rata itu Rp25.000 sehari, dihitung-hitung Rp25.000 sehari kali 10 hari kali sebulan, kali 10 tahun, ini baru berangkat," ujar Kardam.
Menurut perhitungannya, Kardam Jawilan menyebut jumlah tabungannya hingga saat ini mencapai kurang lebih Rp90 juta.
"Ukuran 10 tahun itu Rp90 juta, tapi kan ini udah ada lebih dari 10 tahun jadi 11 jalan, ada lebih dari segitulah (Rp90 juta)," ungkap Kardam.
Baca Juga: Klarifikasi Mie Gacoan Soal Video Viral Temuan Ulat oleh Konsumen, Manajemen Pusat Turun Tangan!
Kardam Jawilan pun mengatakan bahwa penghasilannya dari berjualan tidak tetap, namun sesekali ia bisa menjual padi hasil taninya.
"Namanya jualan ya gak nentu, kadang-kadang ngaturnya kalau ada lebih dikit, kalau tani kalau padinya agak banyak enggak habis dimakan dijual, untuk nambah-nambah," jelas Kardam.
Bahkan Kardam Jawilan mengungkapkan alasannya menabung dan rasa bahagianya dia bisa pergi naik haji bersama sang istri dari perjuangan menabungnya selama ini.
"(haji) bersama istri, namanya Ibu Nari, karena saya udah minat haji, dari mana ntar uang kalau saya enggak nabung," ujar Kardam Jawilan.
"Sedikit-sedikit juga kalau nabung mah alhamdulillah, yang penting kita sehat, bisa berjalan biarpun dikit kalau berjalankan alhamdulillah bisa berhasil," lanjutnya.***(Desta Nurwati Siamyah)

Share this article
Seperti halnya yang dilakukan oleh Kardam Jawilan seorang jamaah haji yang berasal dari Serang, yang berprofesi sebagai petani.