AYOJAKARTA.COM - Bakal Calon Presiden dari KPP, Anies Baswedan berkomitmen untuk memberantas semua jaringan mafia-mafia yang ada di Tanah Air agar menciptakan negara yang bersih tanpa harus mencekik rakyatnya.
Anies Baswedan melihat ada banyak kasus mafia-mafia di Indonesia yang sudah viral belakangan ini seperti yang terjadi di institusi Polri hingga pegawai pemerintahan.
"Jadi kita menyaksikan ketika peristiwa-peristiwa mafia ini terkuak, ada polisi Jenderal Bintang 2 membunuh anak buahnya terbuka ,ada yang menyelundupkan narkoba, ada petugas pajak yang kekayaannya fantastis itu sudah merepotkan. Membuat seperti Pak Kapolri harus bekerja ekstra untuk merawat polisi-polisi baik yang berintegritas yang ada di dalam tubuh kepolisian, seperti Bu menteri keuangan yang harus keliling-keliling sana sini untuk menjaga barisan orang-orang baiknya,"kata Anies Baswedan.
Baca Juga: Sentil Soal Politik untuk Kepentingan Konten? Anies Baswedan: Kalau Saya Kemana-mana Sendiri
Anies mengaku geram dengan sikap para mafia-mafia yang sudah menyusahkan masyarakatnya.
Sebab kita sudah 25 tahun reformasi yang mana berkomitmen dalam memberantas kolusi, korupsi dan nepotisme.
"Sekarang kita berkomitmen untuk memberantas mafia-mafia yang ada di republik ini," ungkap Anies yang dikutip dari Metro TV, Selasa (23/5).
Baca Juga: Update Kasus Korupsi BTS, Mahfud MD: Nilainya Hanya Rp2,1 Triliun
Anies menyebut proses penyimpangan yang terjadi di kalangan mafia-mafia ini dilakukan secara pelan-pelan tapi pasti.
Ia menegaskan jika pemimpin di republik ini tidak sensitif akan persoalan mafia-mafia yang sudah menyengsarakan ini maka kasus ini akan merusak bangsa.
Oleh karena itu, mafia-mafia ini harus diberantas dan diusut tuntas, agar tidak merugikan negara semakin jauh.
"Bila kita tidak menyadari bahwa pertumbuhan mafia itu terus menerus, maka bangsa kita akan habis karena mafia. Saatnya kita menyadari bahwa ini adalah problematika yang harus kita hadapi sama-sama," kata Anies.***

Share this article
Anies Baswedan semakin berani, kini mulai sentil soal mafia yang ada di tubuh Polri hingga pejabat pemerintah.