AYOJAKARTA.COM - Kabar adanya peradangan intrik politik di dalam kubu Partai Demokrat semakin menjadi menjelang pemilihan presiden 2024.
Setelah sebelumnya Partai Demokrat memberikan pernyataan resmi terkait dengan manuver hukum yang dilakukan Jendral TNI (Purn) Moeldoko.
Partai Demokrat, kini mulai kembali menjadi sorotan publik menjelang dibebaskannya Anas Urbaningrum yang merupakan kader Partai Demokrat.
Baca Juga: Moeldoko Ajukan PK Ke Mahkamah Agung, AHY Pede dan Beri Sindiran: Demokrat Sudah Menang 16-0
Dalam pernyataan tanggal 3 April 2023 di Posko Perubahan Partai Demokrat, AHY menyoal adanya upaya pengambilalihan partai.
“Kami menerima informasi, bahwa KSP Moeldoko dan Drh Jhoni Allen Marbun, masih mencoba-coba untuk mengambil alih partai demokrat,” ujar AHY.
Lebih lanjut, AHY menjelaskan sejumlah upaya yang tengah dilakukan Moeldoko terkait dengan rencana pengambil-alihan partainya.
Langkah yang ditempuh Moeldoko, menurut AHY merupakan upaya lanjutan akibat gagalnya KLB Ilegal dan Abal-abal pada tahun 2021.
Menyinggung temuan sejumlah bukti baru atau novum, di hadapan para simpatisan AHY yakin manuver yang dilakukan Moeldoko akan bernasib seperti biasanya, gagal.
“Kenyataannya, bukti yang diklaim Moeldoko bukanlah bukti baru, dan sudah dijadikan bukti persidangan di PTUN Jakarta,” imbuh AHY.
Terkait dengan adanya upaya pengambilalihan partai Demokrat, AHY meyakini bahwa partainya sudah berada dalam posisi yang sesuai hukum.
“Sudah 16 kali pengadilan memenangkan Partai Demokrat ata gugatan hukum Moeldoko dan kawan-kawannya, sudah 16 kali,” pungkas AHY di hadapan para pendukung.
Ketika persoalan Partai Demokrat dengan Moeldoko belum sepenuhnya meredup, publik kembali dibuat melirik persoalan di dalam partai yang membesarkan Presiden SBY.
Baca Juga: AHY: Moeldoko Masih Berkeinginan Ambil Alih Partai Demokrat Pasca 16 Kali Gagal!
Kali ini, persoalan partai datang dari salah satu kader sekaligus mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang sempat berselisih paham dengan Presiden SBY.
Masa hukuman Anas Urbaningrum yang berakhir pada 11 April 2023 mendatang, dinilai banyak kalangan akan menghantui ketentraman partai Demokrat.
Terkait dengan rencana pembebasan Anas, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia Arifin memberi sejumlah pesan kepada para pendukung Anas.
Baca Juga: Waduh! AHY Menilai Moeldoko Masih Bertekad Merebut Partai Demokrat, Begini Katanya
SJ Arifin mengimbau kepada seluruh pendukung ataupun simpatisan Anas untuk menjaga diri dan perilaku saat menjemput Anas keluar dari lapas.
“Untuk dresscode, kami mengimbau semuanya mengenakan pakaian putih sebagai tanda mengawali dengan kejernihan,” jelas Arifin.
Menyikapi adanya anggapan yang beredar di tengah masyarakat tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum memberi tanggapan.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY ketika melakukan kunjungan safari Ramadan di desa Tumang, Kabupaten Boyolali pada 5 April lalu.
“Nggak ada urusannya sama saya, terimakasih,” ujar AHY seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 9 April 2023 dari Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Sambut kebebasan Anas Urbaningrum, para pendukung diimbau mengenakan dresscode pakaian putih sebagai tanda mengawali dengan kejernihan.