Pasca Pengesahan UU Cipta Kerja, BEM UI Kritik DPR Pakai Meme Puan Maharani, Ini Tanggapan Politikus PDIP

Viral, BEM UI Edit Foto Puan Maharani
Viral, BEM UI Edit Foto Puan Maharani

AYOJAKARTA.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) memberikan kritikan terkait pengesahan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU).

Kritikan BEM UI ini menyayangkan sikap DPR dalam pengesahan Perppu Cipta Karya menjadi Undang-Undang yang sebelumnya dianggap inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @bemui_official pada Kamis (23/3/2023), BEM UI mengganti kepanjangan DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat, melainkan Dewan Perampok Rakyat.

BEM UI mengunggah kritikan tersebut melalui akun media sosialnya pada Rabu, 22 Maret 2023.

Baca Juga: Benarkah Pertemuan Jokowi dengan Megawati Sodorkan Duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024?

Bukan tanpa alasan, Melki Sedek Huang selaku Ketua BEM UI menyatakan bahwa aksi tersebut adalah bentuk ekspresi kemarahan dari BEM UI terhadap sikap DPR.

Tak hanya itu, bentuk dari ekspresi dari kemarahannya, mereka mengunggah sebuah animasi meme Ketua DPR RI Puan Maharani.

BEM UI dengan berani membuat gambar animasi yang menampilkan sosok Puan Maharani berbadan tikus.

Bahkan mereka melengkapi animasi tersebut dengan sebuah kalimat 'Kami Tidak Butuh Dewan Perampok Rakyat'.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tiadakan Buka Puasa Bersama bagi Pejabat Pemerintah? Simak Penjelasannya di Sini!

BEM UI menilai bahwa keputusan DPR RI dalam mengesahkan UU Cipta Kerja ini tidak menghadirkan partisipasi masyarakat.

Sehingga BEM UI menunjukkan penolakkan keras atas pengesahan Perppu Cipta Kerja menjadi UU.

"Selain tidak dihadirkannya partisipasi publik yang bermakna, dewan yang berada di kursi sana bukan lagi sebuah perwakilan melainkan para penindas yaitu penindas buruh, penindas rakyat bahkan pembangkang konstitusi," jelas BEM UI.

Baca Juga: Tolak Pengesahan UU Cipta Kerja, BEM UI Blak-blakan Sebut DPR Adalah Dewan Perampok Rakyat hingga Sentil Puan

Bahkan menilai seolah DPR memiliki watak seperti tikus yang licik dan seolah menggerogoti masyarakat.

"Bagaikan tikus dengan watak licik yang selalu menggerogoti masyarakat sipil, semakin terlihat bahwa DPR benar-benar tidak memihak pada rakyat. Sudah tidak ada alasan lagi untuk kita percaya kepada wakil kita. Saatnya untuk melawan!", ungkap BEM UI.

Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @faktanyagoogle pada Kamis (23/3/2023), hal itu menjadi kontroversial bahkan menuai kritik pedas dari salah satu petinggi Partai PDIP.

Hendrawan Supratikno salah satu politikus senior dari PDIP turut memberikan kritikan terhadap aksi BEM UI tersebut.

Ia menanggapi dengan keras bahkan dirinya mengungkapkan adanya kekhawatiran BEM UI ini dimanfaatkan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Dewan Perampok Rakyat
# pengesahan
# Hendrawan Supratikno
# Badan Eksekutif Mahasiswa
# UU Cipta Kerja
# Melki Sedek Huang
# BEM UI
# Mahkamah Konstitusi (MK)
# Puan Maharani
# PDIP
# PDIP
# Universitas Indonesia
# DPR

News Update

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.