AYOJAKARTA.COM -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) lakukan aksi penolakan pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU).
Berbeda pada umumnya yang seringkali melakukan demonstrasi turun ke jalan, kini BEM UI menunjukkan penolakan UU Cipta Kerja melalui media sosial Instagramnya.
Sontak keberanian BEM UI menyatakan penolakannya dengan membuat video meme foto Ketua DPR RI Puan Maharani menuai banyak pujian masyarakat.
Pengesahan Perppu Cipta Kerja ini dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022-2023 pada Selasa, 21 Maret 2023 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Melansir kanal YouTube KOMPAS TV, Puan Maharani menjelaskan bahwa bertujuan untuk memitigasi dampak ekonomi global.
"Tujuan dari Undang-undang Cipta Kerja ini adalah agar bisa memitigasi secara maksimal situasi ekonomi nasional yang dipengaruhi ekonomi global," jelas Puan Maharani.
Namun, masih banyak pihak termasuk masyarakat yang menolak pengesahan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-undang.
Termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) yang secara terang-terangan menyatakan penolakannya melalui media sosial Instagram.
Baca Juga: Sah! RUU Penetapan Perpu Cipta Kerja Resmi Disetujui DPR RI Menjadi Undang-Undang
Tertulis narasi yang menunjukan kekecewaan BEM UI yang mewakili masyarakat atas keputusan pengesahan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-undang.
Melansir akun Instagram @bemui_official, BEM UI mengganti kepanjangan DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat, melainkan "Dewan Perampok Rakyat".
BEM UI menyinggung seolah DPR memperlihatkan 'kebobrokannya' yang mengesahkan Perppu Cipta Kerja yang dinilai inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
"DPR lagi-lagi memperlihatkan “kebobrokannya” melalui pengesahan Perppu Cipta Kerja yang jelas-jelas dinilai inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi karena terdapat kecacatan, baik secara formal maupun materil," tulis keterangan BEM UI.
Selain itu, BEM UI menilai bahwa keputusan pengesahan Perppu Cipta Kerja ini tidak menghadirkan partisipasi masyarakat.
Dalam hal ini BEM UI menunjukkan penolakkan keras atas pengesahan Perppu Cipta Kerja menjadi UU.
Baca Juga: Keras! Tolak Perppu Cipta Kerja Jadi UU, PKS ‘Walkout’ dari Gedung DPR RI Saat Pengesahan
"Selain tidak dihadirkannya partisipasi publik yang bermakna, dewan yang berada di kursi sana bukan lagi sebuah "perwakilan" melainkan para “penindas”, yaitu penindas buruh, penindas rakyat, bahkan pembangkang konstitusi," jelas BEM UI.
Bahkan menilai seolah DPR memiliki watak seperti tikus yang licik dan seolah menggerogoti masyarakat sipil.
"Bagaikan tikus dengan watak licik yang selalu menggerogoti masyarakat sipil, semakin terlihat bahwa DPR benar-benar tidak memihak pada rakyat. Sudah tidak ada alasan lagi untuk kita percaya kepada wakil kita. Saatnya untuk melawan!" ungkap BEM UI.
"Kami butuh DPR sebagai perwakilan rakyat, bukan sebagai perampok rakyatnya sendiri!" sambungnya.
Dalam aksi penolakan tersebut, BEM UI juga turut membuat video dengan menggambarkan gedung DPR yang terbelah.
Kemudian muncul ilustrasi tikus, bahkan satu diantara kepala tikus itu diganti dengan kepala Puan Maharani.
Sontak keberanian BEM UI ini menuai banyak pujian dari masyarakat yang juga menolak pengesahan Perppu Cipta Kerja menjadi UU.
"Salut BEM UI selalu terdepan dalam keberanian mengkritisi Pemerintah dan Legislatif," tulis komentar salah satu warganet.***(Desta Nurwati Siamyah)

Share this article
Sontak keberanian BEM UI menyatakan penolakannya dengan membuat video meme foto Ketua DPR RI Puan Maharani menuai banyak pujian masyarakat.