AYOJAKARTA.COM - Kabar terkini, terkait penerapan kebijakan baru mengenai jadwal jam masuk sekolah pukul 05.30 di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai berjalan efektif.
Terdapat dua Sekolah Mengengah Atas (SMA) yang telah menerapkan peraturan tersebut dari 10 SMA yang terpilih menjadi lokasi percobaan.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal Youtube Metro TV, disampaikan bahwa pemberlakuan jam masuk sekolah pukul 05.30 WITA, telah diterapkan mulai hari Senin kemarin.
Baca Juga: Alasan Relasi Kuasa Muncul dalam Kasus Narkoba Teddy Minahasa, Sukseskah Seperti Richard Eliezer?
Perubahan aturan tersebut mulai diterapkan hari senin hingga hari jumat ini, dan baru 2 sekolah yang menerapkan peraturan tersebut yakni SMAN 6 dan SMAN 1.
Kebijakan jam masuk mulai pukul 05.30 WITA disambut antusias para guru dan siswa, yang mana mereka datang datang ke sekolah pada pukul 05.00.
Tentunya dengan jam masuk pukul 05.30 pagi, diperkirakan pada pukul 10.30 WITA para siswa sudah bisa dibubarkan, artinya pulang sekolah lebih cepat.
Namun menurut informasi, penerapan jam masuk pukul 05.00 pagi ini, hanya berlaku untuk siswa SMA kelas dua belas (XII).
Terlihat beberapa siswa bersemangat dan mau menerima aturan baru tersebut, meski tentunya mereka dituntut untuk membiasakan bangun lebih cepat.
Pemberlakuan jadwal ini seolah menjadi tantangan bagi para siswa, pasalnya untuk membiasakan bangun pagi mereka merasa masih sulit.
Perberlkuan kebijakan baru ini mendapatkan respon positif dari salah satu siswi, bahkan ia menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk keamanan para siswa ketika berangkat sekolah.
"Berangkat dari rumah sekitar jam 5.15, diantar orang tua, karena orang tua belum percaya jalan sendiri, karena masih takut, masih rada gelap," ungkap pelajar bernama Risya.
"Baiknya pemerintah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjada keamanan supaya tidak terjadi tindakan-tindakan kriminal di luar sana," sambungnya.
Antusias dari para siswa dan guru pada hari ke 3 semakin meningkat, sebagaimana disampaikan oleh Wakil kepala Sekolah SMAN 1 Kupang.
"Tentu pada hari yang ke 3 anak-anak, guru dan semua elemen pendidikan tetap semangat, dan hari terlihat ketika terlambat sedikit mereka lari, dan tetap mengalun semangat itu untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik," ungkap Marten Mail, Wakil kepala Sekolah SMAN 1 Kupang.
"Mulai pembelajaran pada pukul 05.30 hari pertama jam tertentu masih 30 persen, makin kesini 80 sampai 90 persen, dan hari kedua mereka mulai membiasakan diri, dan hari ketiga kita lihat sendiri bahwa mereka takut terlambat mereka lari dengan suka cita," sambungnya.
Hal lain yang menjadi harapan bagi para siswa, guru dan orang tua, yakni keamanan serta akses transportasi dapat diutamakan.***

Share this article
Terdapat dua Sekolah Mengengah Atas (SMA) yang telah menerapkan peraturan tersebut dari 10 SMA yang terpilih menjadi lokasi percobaan.