AYOJAKARTA.COM -– Gempa bumi yang mengguncang Papua sejak 2 Februari 2023 telah mencapai jumlah ribuan kali, atau tepatnya adalah 1181 kali gempa bumi mengguncang wilayah timur Indonesia.
Dikutip melalui akun Twitter Daryono BMKG oleh AyoJakarta.com pada 13 Februari 2023, Daryono mengungkapkan data terbaru terkait gempa bumi Papua yang terjadi di sekitar Kota Jayapura.
Rangkaian gempa bumi Papua pertama kali terjadi pada 2 Februari 2023 dan mengalami kenaikan yang signifikan pada 9 Februari 2023.
Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Daryono, data tersebut berasal dari rangkaian gempa bumi terjadi di kota Jayapura dengan magnitudo 5,4 pada 2 Januari 2023 hingga 11 Februari 2023 pukul 09.45 WIT.
Hasil monitoring BMKG Sejak gempa bumi 5,4 magnitudo kota Jayapura tanggal 2 Januari 2023 hingga 12 Februari 2023 pukul 13.00 WIT, telah terjadi gempa bumi di wilayah sekitar Kota Jayapura sebanyak 1181 kali, dengan 176 kejadian diantaranya guncangannya dirasakan.
“Kemiripan tipe aktivitas Gempa Ambon September 2019 dengan magnitudo 6,5 dan Gempa Jayapura Januari 2023 dengan magnitudo 5,4 adalah aktivitas gempanya sangat banyak, bersifat merusak, fenomena yang termasuk langka, tidak terprediksi para ahli, belum terpetakan sumber gempanya dengan detail,” tulis Daryono.
Baca Juga: Gempa M5.3 Guncang Ransiki Papua Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Lebih lanjut, Daryono mengungkapkan bahwa gempa bumi ini merupakan aktivitas sesar yang belum ada namanya dan bersifat langka. Hal ini diketahui dari interaksi Daryono dengan seorang warganet.
“Kalo di Jayapura karena aktivitas sesar apa pak?” Tanya akun @seb**isial.
“Belum ada nama kak,” jawab Daryono.
Meskipun gempa belum usai, Daryono membagikan sedikit pandangannya terkait gempa tersebut, yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan gempa di Ambon.
“Gempa Jayapura pasti akan selesai, itu earthquake sequence, multi fault aktif dan triggered off fault seismicity, pernah terjadi di Ambon-Haruku akhir 2019 sebanyak 2500 lebih gempa terjadi dan meneror,” Lanjutnya.
Kemudian, disebutkan oleh Daryono, gempa-gempa di Ambon tersebut beberapa bulan kemudian selesai karena akumulasi stressnya sudah release semua. Selesai dan kemudian aman.
Penjelasan tersebut pun ditegaskan kembali oleh Daryono dengan menggunakan grafik terbaru dari data akumulasi gempa di Papua.
“Saudaraku di Jayapura gempa ini pasti selesai. Fenomena ini mirip rentetan gempa Ambon-Haruku September 2019, dengan magnitudo 6,5 diikuti 2.601 gempa susulan dengan 292 gempa dirasakan warga. Awal 2020 teror gempa ini pun berakhir/selesai, sampai sekarang aman,” tulis @DaryonoBMKG.
Sementara itu, setiap orang dihimbau untuk panik dan menyebarkan berita hoaks terkait gempa. Kewaspadaan secara pas tetap diperlukan agar tetap siap melakukan langkah mitigasi dan evakuasi ketika gempa terjadi.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Penjelasan tersebut pun ditegaskan kembali oleh Daryono dengan menggunakan grafik terbaru dari data akumulasi gempa di Papua.