AYOJAKARTA.COM - Gempa Turki yang baru terjadi beberapa hari belakangan ini dilaporkan menjadi bencana dahsyat hingga memakan 5.021 korban tewas.
Dampak terparah gempa Turki ini dirasakan di wilayah Provinsi Hatay yakni terletak paling selatan Turki bagian tengah dan berbatasan dengan Suriah.
Korban yang terdampak paling parah akibat gempa Turki tersebut berteriak memohon pertolongan karena tim penyelamat kewalahan untuk menyisir reruntuhan bangunan yang begitu parah.
Baca Juga: Pernah Jadi Panglima Kostrad dan Kopassus, inilah Silsilah Garis Keturunan Prabowo Subianto
Dilaporkan dari data terbaru korban tewas akibat gempa Turki yang terjadi pada Senin, 6 Februari 2023 lalu, paling sedikit 872 diantaranya merupakan warga Hatay.
Provinsi Hatay menjadi wilayah yang mengalami dampak terparah akibat gempa Turki sehingga petugas penyelamat kewalahan untuk melakukan pertolongan.
Lantaran petugas penyelamat yang sulit mendapatkan alat yang memadai untuk melakukan evakuasi dan tanggap bencana.
Terlebih lagi, bangunan di Provinsi Hatay, Turki ini mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga sulit untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga: Update Terbaru! Mobil Dinas Polri Tabrak Ojol di Jaktim, Ternyata Dikendarai oleh….
Salah satu korban gempa Turki yang berada di wilayah tersebut mengeluhkan minimnya petugas penyelamat yang menolong mereka.
"Mereka berteriak (dari dalam reruntuhan) tapi tidak ada yang datang," ujar Deniz, korban selamat akibat gempa Turki melansir laman Republika.co.id pada Rabu, 8 Februari 2023.
Teriakan para korban terdengar sangat putus asa di samping kondisi wilayah tersebut sangat hancur bahkan banyak diantaranya yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
"Kami hancur, kami hancur, Ya Tuhan mereka berteriak, mereka berkata, 'Selamatkan kami," kata Deniz berteriak histeris.
Baca Juga: Bongkar Gerilya Vonis Ferdy Sambo, Mahfud MD Dinilai Hanya Bikin Heboh dan Tak Paham Polisi
"Tapi kami tidak bisa menyelamatkan mereka. Bagaimana kami akan menyelamatkan mereka? Tidak ada orang sejak pagi," sambungnya.
Pemerintah Turki melalui pihak Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) melaporkan sudah mengerahkan sejumlah 13.740 personel untuk turun langsung melakukan penyelamatan.
Namun melihat kondisi wilayah terdampak gempa Turki ini begitu luas bahkan hampir 6.000 bangunan hancur di Turki Selatan yang mengakibatkan tim penyelamat kewalahan.
"Di Hatay lebih dari 1.200 bangunan telah hancur," ungkap Menteri Kesehatan Fahrettin Koca.
Khususnya tim penyelamat yang mengevakuasi Provinsi Hatay mengaku kesulitan mendapatkan peralatan.
Baca Juga: Viral! Tsunami Menghantam Pantai di Turki Beberapa Menit Setelah Gempa Bumi M7.8, Benarkah Faktanya?
Terlebih banyak puing-puing reruntuhan bangunan yang menghambat proses evakuasi korban di Provinsi Hatay, Turki.
Bahkan salah satu Wartawan Reuters mendapati seorang pria berhasil menyelamatkan salah satu korban di Ibu Kota Provinsi Hatay, Antakya dengan upaya yang dilakukannya seorang diri.
Pria yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengeluhkan bahwa Provinsi Hatay seolah menjadi wilayah yang terabaikan pasca gempa Turki ini.
"Tidak ada pekerja darurat, tidak ada tentara, tidak ada, ini adalah tempat yang terabaikan," ujar pria tersebut setelah berhasil mengevakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan akibat gempa Turki.
"Ini adalah kehidupan manusia. Apa yang dapat kamu lakukan ketika mendengar suara kehidupan?" sambungnya.***Terparah! Gempa Turki Tewaskan 872 Orang di Provinsi Hatay, Korban Berteriak: Kami Hancur, Tempat Ini Terabaikan...

Share this article
Update informasi seputar gempa turki dengan kekuatan dahsyat capai 7.8 Madgnitudo. DIlaporkan 872 tewas di Provinsi Hatay