AYOJAKARTA.COM - Sempat dianggap terlalu baper alias bawa perasaan oleh warganet, Politikus Surya Paloh tak banyak memberi tanggapan.
Hal tersebut bermula ketika Surya Paloh diketahui pulang lebih awal dari acara pertemuan bersama sejumlah pengurus partai.
Kepergian Surya Paloh ketika itu sempat disangkut-pautkan dengan pidato Presiden Joko Widodo yang juga hadir untuk memberi sambutan.
Baca Juga: Hadiri Pemakaman Tjahjo Kumolo, Surya Paloh Merasa Kehilangan Adik Sekaligus Teman Diskusi
“Tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan wakil presiden,” ujar Presiden Jokowi saat memberi sambutan.
Sebelumnya, seperti diketahui publik Surya Paloh sempat mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden dalam Pemilu mendatang.
Meski oleh Partai NasDem hal tersebut sudah dibantah, namun publik terlanjur beranggapan kedua hal tersebut memiliki keterkaitan.
Baca Juga: Positif Covid-19, Ketum Nasdem Surya Paloh Sempat Dirawat Karna DB
Surya Paloh merupakan putra dari Muhammad Daud Paloh, seorang pejuang kemerdekaan serta dikenal juga sebagai anggota Bhayangkari Negara.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Daftar Populer, nama Paloh sendiri merupakan adaptasi dari nama desa, yakni Paloh Lada yang berada di kecamatan Dewantara, kabupaten Aceh Utara, D.I Nanggroe Aceh Darussalam
Daud Paloh yang kental dengan darah Aceh terakhir bertugas sebagai Komandan Sektor Kepolisian Tarutung, Tapanuli Utara sebelum wafat di tahun 1977.
Baca Juga: Ketua MPR: Surya Paloh Setuju Dengar Masukan Rakyat Untuk Amandemen UUD 1945
Sementara ibunda Surya Paloh yang bernama Nursiah Daud Paloh merupakan ibu rumah tangga yang gemar melakukan kegiatan sosial.
Penghormatan Surya Paloh kepada Ibu ia abadikan menjadi nama masjid yang berada di dalam kawasan stasiun tivi nasional di wilayah Jakarta Barat.
Pasangan Daud dan Nursiah memiliki empat orang anak, antara lain Rusli Paloh, Rohana Yusuf Paloh, Usman Paloh, serta Surya Paloh.
Baca Juga: Surya Paloh Umumkan dan Lantik Struktur DPP Nasdem 2019-2024
Meski kental dengan darah Aceh, keluarga Paloh lebih banyak menghabiskan waktu di Sumatera Utara, tepatnya Pematang Siantar dan Medan.
Di kota Medan inilah kemudian Surya Paloh memulai semuanya, dari pendidikan, aktivis pergerakan serta membangun kerajaan bisnisnya.
Lahir di Banda Aceh pada 16 Juli 1951, Surya Paloh terlahir dengan nama lengkap Surya Dharma Paloh.
Baca Juga: Surya Paloh Tak Maju Pilpres, Nasdem Bidik Seorang Gubernur Jadi Capres
Surya Dharma Paloh pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada 1970 hingga 1972.
Serta di Universitas Islam Sumatera Utara dengan memilih fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada 1972 sampai dengan 1975.
Karir politiknya dimulai pada 1968 hingga 2011 di Partai Golkar, sebelum akhirnya menjadi Ketua Umum Partai Nasdem.
Baca Juga: Surya Paloh Mau Kabur dari Dominasi Megawati
Selain dikenal sebagai pendiri harian Media Indonesia dan Metro TV, Surya Paloh juga memiliki 36 perusahaan yang ia bangun dari nol.
Bakatnya sebagai pebisnis dimulai Surya Paloh ketika masih kecil dengan berjualan ikan asin, teh juga karung goni.***

Share this article
Perjalanan hidup Surya Paloh, Ketua Umum partai NasDem yang dulunya adalah penjual ikan dan karung goni, kini menjelma jadi politikus hebat.