AYOJAKARTA.COM - Kuat Maruf merasa kapok mendapat pertanyaan dari jaksa yang menurutnya berputar-putar dan tidak langsung ke intinya.
Hal tersebut terjadi saat dirinya diperiksa sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/1/2023).
Sebelumnya Kuat Maruf dicecar pertanyaan oleh Jaksa Shandy Handika terkait hadiah Rp 500 juta yang dijanjikan Ferdy Sambo.
Kuat Maruf mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo memperlihatkan amplop dan ponsel setelah Brigadir Yosua tewas ditembak di rumah dinas Duren Tiga.
“Sekarang kepada saat saudara diberikan uang eh amplop yang katanya isinya 500 juta dan juga handphone,” ujar jaksa seperti dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTv pada Rabu (11/1/2023).
“Wajar nggak saudara itu hanya dikasih, hanya diminta oleh Ferdy Sambo untuk berterima kasih mengantar dari Magelang ke Jakarta dan diberikan uang 500 juta? Lazim ngga wajar ngga menurut saudara?” tanya jaksa.
“Saya belum pernah,” jawab Kuat Maruf.
“Wajar atau tidak?” tegas JPU.
Baca Juga: Terungkap! Ferdy Sambo Akui Perintah Kepada Richard Eliezer Tembak Yosua Bukan Hajar, Keceplosan?
Tak terima kliennya mendapatkan cecaran pertanyaan seperti itu berulang kali, kuasa hukum Kuat Maruf sempat melayangkan protes kepada hakim.
Tetapi hakim tetap meminta jaksa untuk melanjutkan pertanyaan tersebut.
Sehingga Kuat Maruf menjawab menurutnya tidak wajar diberikan amplop senilai Rp 500 juta oleh Ferdy Sambo.
“Nggak wajar,” ungkap Kuat Maruf kemudian.
Mendapat jawaban tersebut, jaksa terus saja mencecar Kuat Maruf terkait momen pemberian uang Rp 500 juta dari Ferdy Sambo.
Sopir pribadi Ferdy Sambo itu mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mencerna apa yang ditanyakan oleh jaksa kepadanya.
Kuat Maruf menuturkan pasca terjadi peristiwa yang menewaskan Brigadir Yosua, ia merasa tertekan.
Ia hanya sempat berpikir pada saat itu Ferdy Sambo hanya bercanda ketika bilang akan memberikan uang Rp 500 juta padanya.
“Nggak wajar ya hanya mengantar dari Magelang ke Jakarta diberikan Rp 500 juta, nggak wajar ya? Jadi yang di benak anda itu apa alasannya? Ini kan apa yang anda rasakan,” tutur Jaksa.
“Pada saat kejadian itu kan setelah kejadian pak. Saya tuh kalau ngomong sama orang sudah nggak pernah nyambung. Jadi pikir saya ini saya lagi kayak gini kok ada masalah kaya gini bercanda pada saat itu, pikir saya bercanda bapak itu,” jawab Kuat Maruf.
Sopir pribadi Ferdy Sambo ini juga mengungkapkan dirinya stres dan tidak mengerti pada saat itu.
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak bisa berpikir jernih apalagi setelah dipenjara.
Kuat Maruf kemudian nyeletuk bahwa pertanyaan dari jaksa seperti ‘jebakan Batman’ dan minta jangan berputar-putar langsung tanyakan intinya saja.
“Saudara Jaksa Penuntut Umum silakan tanggapi dalam surat tuntutan,” kata Hakim Wahyu.
“Bapak ini (jaksa) kalau nanya kayak jebakan Batman ke saya. Jangan diputar-putar lah pak. Langsung tembak aja, jeger apa yang ada mumet saya di sini,” ucap Kuat Maruf.***

Share this article
Berikut momen Kuat Maruf angkat tangan dengan pertanyaan jaksa, minta jangan membuat jebakan Batman.