AYOJAKARTA.COM – Akhirnya, Ferdy Sambo mengakui sendiri bahwa perintahnya kepada Richard Eliezer untuk Yosua adalah tembak, bukannya hajar.
Ferdy Sambo mengakui perintahnya kepada Richard Eliezer untuk menembak Yosua saat hadir kembali menjalani persidangan Selasa, 10 Januari 2023.
Mulanya Hakim bertanya dan mencecar Ferdy Sambo perihal perintahnya untuk Richard Eliezer kepada Yosua.
“Bisa saudara terangkan apa yang saudara sampaikan kepada terdakwa Richard Eliezer?” tanya Hakim, dikutip dari siaran Kompas TV, Rabu, 11 Januari 2023.
Baca Juga: Menohok! Kata-Kata Hakim Ini Buat Gondok Ferdy Sambo, Tidak Disangka Kini Justru Berbalik Arah
“Setelah Richard Eliezer naik saya menyampaikan hal yang sama kepada Richard. Sebagai ajudan apakah kamu mengetahui kejadian di Magelang. Dia juga menjawab tidak mengetahui Yang Mulia,” jelas Ferdy Sambo.
“Saya waktu itu masih emosi dan marah kenapa sampai mereka ini tidak bisa menjaga karena saya tugasnya sudah sering mendampingi pimpinan tapi justru ini terjadi kepada istri saya,” lanjut Ferdy Sambo.
“Akhirnya saya sampaikan hal yang sama kepada Richard, ‘Richard, kamu siap backup saya ngga pada saat saya konfirmasi ke Yosua, apabila dia melawan kamu siap nembak ngga?’ kemudian Richard menjawab ‘Saya siap Bapak’,” cerita Ferdy Sambo.
Saat itu Ferdy Sambo dengan jelas mengatakan bahwa perintah yang diberikan kepada Richard Eliezer adalah berupa menembak, bukannya menghajar.
Sebelumnya diketahui bahwa Ferdy Sambo selalu menyangkal bahwa perintah yang dia berikan kepada Richard Eliezer untuk Yosua adalah Hajar, bukan Tembak pada saat peristiwa tanggal 8 Juli 2022.
Ferdy Sambo mengatakan kepada Richard Eliezer saat itu menurut pengakuannya adalah "Hajar Chad".
Namun keterangan berbeda disampaikan oleh Richard Eliezer bahwa saat itu Ferdy Sambo secara tegas dan keras mengatakan tembak bukan hajar.
Kalimat yang dilontarkan oleh Ferdy Sambo menurut Richard Eliezer adalah "Woy tembak, Kau Tembak Cepat, Cepat Kau Tembak".
Perbedaan keterangan ini pun menjadi polemik tersendiri, karena sangat berhubungan dengan putusan hukuman yang akan diterima oleh masing-masing terdakwa.
Hingga berbagai macam ahli pakar didatangkan pada sidang-sidang sebelumnya untuk menemukan perintah siapa yang salah.***

Share this article
Ferdy Sambo mengakui sendiri bahwa perintahnya kepada Richard Eliezer untuk Yosua adalah tembak, bukannya hajar.