AYOJAKARTA.COM - Polisi mengungkap alasan Nanang Irawan alias Gimbal membunuh Sandy Permana, aktor di sinetron Mak Lampir yang motifnya adalah lantaran sakit hati.
Polisi mengatakan Nanang merasa sakit hati itu lantaran tinggal berdekatan rumahnya di perumahan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang akhirnya menimbulkan perseteruan setiap hari.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Kombes Pol Wira Satya mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan tersangka, Sandy sempat menatap Nanang dengan tatapan sinis.
Di mana Nanang ditatap pada Ahad pagi, ketika korban mengendarai sepeda motor listrik melewati rumah Nanang.
Baca Juga: Tenaga Honorer Gagal SKD dan SKB CPNS 2024 Bisa Daftar PPPK Tahap 2? Begini Ketentuannya
Pada saat itu, Nanang Irawan sedang memperbaiki sepeda motornya di depan rumahnya, lagi-lagi Sandy berulah dengan meludah ke arah Nanang.
Kejadian Minggu pagi membuat Nanang gelap mata sebab dengan Sandy pernah terlibat perselisihan dan tak saling bertegur sapa.
“Hubungan Nanang dan Sandy sudah tak harmonis sejak 2017," kata Wira dalam konferensi, sebagaimana yang dikutip dari salah satu stasiun televisi.
"Ada banyak perselisihan dan Nanang menyimpan dendam sejak lama,” lanjutnya.
Perselisihan itu mulai memuncak pada 2019, ketika Sandy menebang pohon di pekarangan rumah Nanang tanpa izin.
Ketika itu Shandy hendak menggelar pernikahan dan ingin mendirikan tenda.
Namun, terhalang oleh pohon yang berada di pekarangan rumah Nanang.
Selepas kejadian penebangan pohon itu, hubungan mereka semakin panas karena setahun lebih mereka tak pernah bertegur sapa.
Hingga akhirnya Nanang memutuskan menjual rumahnya dan pindah ke blok lain yang masih berada di kompleks perumahan itu.
Wira mengatakan, Nanang menilai Shandy sebagai orang yang temperamen dan arogan.
Mereka juga pernah terlibat cekcok dalam sebuah rapat warga beberapa waktu lalu.
Diketahui, waktu itu Nanang menegur Sandy yang kelewat banyak bicara.
Tak terima ditegur, Sandy melontarkan kalimat bahwa itu hak dia dan seharusnya Nanang tidak ada di sana, karena itu bukan areanya.
"Dalam acara itu, Shandy berteriak dengan istri ketua RT, Nanang menegur dengan kalimat 'nggak usah teriak, biasa aja'. Namun korban marah dan menjawab 'lo bukan warga sini jangan ikut-ikutan'," jelas Wira.
Pada peristiwa Minggu kemarin, Nanang langsung mengejar Sandy yang mengendarai sepeda listrik.
Nanang menusuk Shandy pada bagian punggung, pelipis dan perut menggunakan pisau.
“Shandy masih sempat melawan dengan menangkis dari atas motor, hingga akhirnya tersungkur karena tusukan di leher sebelah kiri,” kata Wira.
Saat itu, mantan tru flim ini menganiaya Sandy menggunakan sebilah pisau baja sepanjang sekitar 15 centimeter.
Baca Juga: Samsung Galaxy S25 Ultra: Bocoran Kamera Canggih dengan Teknologi Terbaru, Seperti Apa?
Berdasarkan pengakuan Nanang kepada polisi, pisau tersebut berada di kandang ayam, tak jauh dari lokasi kejadian yang tidak lain kandang tersebut miliknya.
Setelah menganiaya Sandy Permana, Nanang melarikan diri ke Karawang, Jawa Barat, Indonesia.
Hingga akhirnya Nanang ditangkap ketika bersembunyi di Dusun Poris, Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, Jawa Barat, pada Rabu sekitar pukul 10.45 WIB.
Atas perbuatan yang dilakukan Nanang, polisi menjerat Nanang dengan pasal 338 dan 358 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.***
Share this article
Berikut informasi pekerjaan Nanag Irawan, tersangka yang membunuh artis Sandy Permana, sebagai apa? Simak.