AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi dengan kekuatan 5,8 SR mengguncang kota Sukabumi pagi ini.
Gempa yang terjadi di Kota Sukabumi ini terjadi di kedalaman 122 km.
Beberapa kota di sekitar Sukabumi pun merasakan gempa ini seperti Rancaekek, Lembang, Bogor, Bandung, Pangandaran, Padalarang, Pamoyanan, Sumedang, Cianjur, Cisolok, Sumur, Sukabumi, Jakarta Selatan, Garut, Bekasi dan Tangerang Selatan.
Baca Juga: Kunci Sukses Mendidik Anak Menurut Mbah Moen, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua!
BMKG menyampaikan bahwa penyebab gempa bumi hari ini terjadi akibat adanya deformasi/patahan batuan dalam lempeng Indo-Australia yang populer disebut gempa intraslab atau gempa benioff.
Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG meyakinkan melalui akun Twitternya bahwa gempa yang terjadi di kota Sukabumi ini bukan gempa megathrust yang menjadi momok di masyarakat.
"Bukan gempa kerak dangkal Cianjur bukan juga gempa megathrust," cuit Daryono.
Seperti yang pernah terjadi di Indonesia belakangan ini, gempa intraslab sebelumnya mengenai Kabupaten Garut.
Daryono pun pernah menjelaskan bahwa gempa intraslab ini memiliki karakter yang miskin gempa susulan.
Dikutip dari website geologi.co.id, seorang pakar tektonik yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Gayatri menjelaskan mengenai gempa Intraslab dan gempa megathrust.
Perbedaan antara gempa Intraslab dengan megathrust, yaitu mengenai getaran yang merata dan lokasi sumber yang relatif dalam tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
Selain itu Gayatri menerangkan bahwa gempa bumi intraslab cenderung tidak diikuti dengan gempa susulan berbeda dengan gempa megathrust.
Pasalnya sifat dari lempeng samudra yang lebih liat sehingga lebih mudah untuk kembali ke posisi awal.
Sedangkan untuk gempa megathrust melibatkan sesar–sesar kecil yang dangkal sehingga lebih sering diikuti gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil.
Berdasarkan penelitian yang dituliskan pada website geologi.co.id, seorang peneliti Preston di Washington pernah meneliti mengenai gempa intraslab pada tahun 2016.
Preston mengatakan bahwa mekanisme gempa intraslab memiliki periode kejadian yang lebih singkat, artinya lebih sering terjadi dibandingkan dengan megathrust dan memiliki energi seismik yang lebih besar.

Share this article
Kota di sekitar Sukabumi pun merasakan gempa ini seperti Bogor, Bandung, Pangandaran merasakan gempa bumi hari ini, namun bukan Megathrust