AYOJAKARTA.COM - Keputusan Capres 2024 dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan memilih Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Cawapres hingga kini masih jadi perbincangan.
Masih muncul pertanyaan dari beberapa pihak, mengapa Anies Baswedan memutuskan memilih Cak Imin sebagai Cawapres.
Padahal, sebelum memutuskan Cak Imin sebagai Cawapres, Anies Baswedan digadang-gadang akan menggandeng Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca Juga: PKS Tak Kunjung Restui Duet Anies Baswedan dan Cak Imin, Pilih Hengkang dari Koalisi?
Namun, keputusan Anies Baswedan dan NasDem sebagai partai pengusung sungguh mengejutkan banyak pihak dengan memilih Cak Imin sebagai Cawapres.
Hingga akhirnya, Demokrat pun memutuskan hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan dan mencabut dukungan kepada Anies.
Seiring berjalannya waktu, alasan Anies mantap memilih Cak Imin sebagai Cawapres akhirnya terungkap.
Baca Juga: Janji Cak Imin Jika Anies Baswedan Menang di Pilpres 2024, Akan Naikkan Dana Desa Jadi Rp 5 Miliar?
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @official_nasdem, Selasa (12/9/2023) Anies mengungkap ada lima alasan dirinya mantap memilih Cak Imin.
Dalam paparannya kepada Karni Ilyas, Anies mengatakan bahwa opsi yang ditawarkan kepadanya bukanlah opsi yang jelek.
Sebab selama ini muncul isu jika Cak Imin memang dipaksakan untuk dipasangankan Anies.
Baca Juga: Dianggap Ogah Bertemu Demokrat, Ini Klarifikasi Anies Baswedan Soal Sowan ke Rumah Ibunda Cak Imin
"Begini bang, kalau disebut paksa itu bila yang satu tidak suka, lalu dipaksakan. Kalau ini opsi yang memenuhi kriteria yang disepakati di partai koalisi," jelas Anies.
Anies lantas memaparkan kesepakatan apa saja yang dibuat di partai koalisi soal kriteria sehingga memilih Cak Imin sebagai Cawapres.
"Membantu pemenangan satu, yang kedua memperkuat koalisi, yang ketiga bisa membantu dalam pemerintahan, tiga ini langsung terpenuhi," lanjutnya.
Baca Juga: Hadiri Haul Akbar, Anies Baswedan Sebut Keberhasilannya Pimpin Jakarta Berkat Peran Ulama Madura
Kemudian yang keempat adalah sevisi dan yang kelima adalah chemistry.
Anies pun mengatakan bahwa Cak Imin bersama PKB sudah memenuhi kriteria tersebut.
"Pemenangan punya basis pemilih yang berbeda, memperkuat koalisi ada tambahan 10 persen di kursi DPR, pengalaman pemerintahan beliau sudah DPR, sudah menteri, wakil ketua DPR, wakil ketua MPR," cetusnya.
Baca Juga: Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Apa yang Akan Dibahas Anies Baswedan dan PKB?
Namun, jawaban Anies itu rupanya menuai pro kontra dari warganet.
Bahkan, seorang warganet yang mendukung Anies menyinggung Demokrat yang terlalu berambisi untuk jadi Cawapres.
@firman_athaillah: "Demokrat terlalu memaksakan diri, ambisi nya terlalu ingin berkuasa, kami tetap pilih mas anis gus imin."
Baca Juga: Setia! PKS Pastikan Tetap Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024: PKS Itu Identik sama Dia
@hikayah359: "InsyaAllah apa yg diucapkan pak ARB tentang cawapresnya baik demi kelangsungan sebua perjuangan koalisi perubahan kami percaya dan yakin pilihan bpk ARB."
@marlindaafrida: "MashaAllah Tabarakallah alhamdulillah, semoga Cak Anies dan Cak Imin mendapatkan kemenangan dari Allah menjadi Presiden dan Wakil Presiden di 2024-2029 InshaAllah , Aamiin Barakallah fikum."
@babehmadihdarussalam: "Bismillah pasangan pak Anies RB dan pak Muhaimin Iskandar insya Alloh memperoleh kemenagan dlm 1 putaran, selamat berjuang dan tetap semangat."
Baca Juga: Masih dalam Koalisi Anies Baswedan? PKS Belum Resmi Putuskan Cak Imin Jadi Cawapres
Kendati demikian ada beberapa warganet yang memberi sindiran kepada pasangan Anies dan Cak Imin.
@wiryantoe_j: "Tetap pilih capres pribumi asli dan bukan pecatan menteri."
@nbsrz: "Ya karna deal antara surya paloh dn cak imin, gak usahuter muter lahh."
@efendidyan: "Ga bakal menang anies di jatim."***

Share this article
Anies Baswedan ungkap lima alasan pilih Cak Imin jadi Cawapres, salah satunya NasDem dan PKB memiliki satu visi yang sama.