AYOJAKARTA.COM -- Beredarnya foto Ketua KPK Firli Bahuri dengan Syahrul Yasin Limpo yang berstatus sebagai terduga kasus korupsi menuai banyak komentar.
Selain membuat kredibilitas KPK menjadi pertanyaan, adanya dugaan pemerasan yang dilakukan Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo merupakan tindak kejahatan.
Karenanya, banyak kalangan menilai agar Firli Bahuri selaku Ketua KPK diberhentikan, agar proses hukum terhadap Syahrul Yasin Limpo berjalan lancar.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar ketika dimintai keterangan.
“Pak SYL sendiri sudah mengatakan dia diperas, itu artinya memang sudah pengakuan, korban itu sudah ada,” jelas Abdul Fickar.
Dengan dua alat bukti berupa foto serta pengakuan Syahrul Yasin Limpo, Abdul Fickar menyebut sudah dapat dilakukan penanganan hukum.
Namun demikian, Abdul Fickar menilai agar proses hukum bisa berjalan lebih lancar maka kepolisian atau Jaksa bisa ambil bagian.
Baca Juga: Bongkar Kepribadian Seseorang Lewat Cara Berjalan, yang Suka Jalan Lambat Ternyata...
Sebelumnya, Ketua KPK Periode 2011-2015 Abraham Samad menilai foto tersebut sangat berpotensi membuat kredibilitas KPK tercoreng.
Abraham Samad menyebut pertemuan antara pegawai KPK dengan terduga kasus korupsi, baik langsung atau tidak merupakan hal yang melanggar kode etik.
“Itu adalah salah satu pelanggaran kode etik yang berat, dan sanksinya itu berat kalau di KPK,” jelas Abraham Samad.
Lebih lanjut, Abraham Samad menilai langkah-langkah penegakan hukum pidana perlu diberlakukan hingga tuntas, bukan lagi pelanggaran kode etik.
Baca Juga: Pedagang Tanah Abang Minta Shopee dan Lazada Juga Ditutup, Warganet: Ngelunjak
“Pihak kepolisian harus serius ini, tidak boleh main-main mengusut kasus ini sampai tuntas,” imbuh Abraham Samad.
Selain Abraham Samad, tanggapan terkait penyalahgunaan jabatan juga datang dari mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan.
Menurut Novel, persoalan yang terjadi di dalam tubuh KPK merupakan perkara mengherankan dan juga mengejutkan.
“Sampai berani untuk memeras ini luar biasa, artinya dari perspektif kejahatan; level kejahatannya lebih serius,” ungkap Novel.
Baca Juga: Caramu Membawa Tas Bisa Ungkap Banyak Hal Tentang Kepribadianmu, Kamu Tipe yang Mana?
Lebih lanjut Novel menilai perkara hukum yang dilakukan Ketua KPK, jika semuanya benar, maka hal tersebut merupakan puncak kejahatan KPK.
Terkait dengan adanya kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo, desakan publik mulai terjadi.
Desakan agar Presiden bertindak tegas menangani kasus dugaan korupsi mantan Mentan datang dari kelompok masyarakat yakni Forum Konsolidasi Aksi.
“Kami ingin menjaga marwah KPK sebagai lembaga independen,” ujar Daenk Jamal selaku inisiator Forum Konsolidasi Aksi yang akan melakukan unjuk rasa pada Rabu mendatang.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Huruf H di Antara Huruf B, Ketahui Seberapa Tajam Penglihatan Kamu
Demikian seperti dikutip Ayojakarta.com pada Senin, 9 Oktober 2023 dari kanal Youtube Metro TV. ***

Share this article
Beredarnya foto Ketua KPK Firli Bahuri dengan Syahrul Yasin Limpo yang berstatus sebagai terduga kasus korupsi menuai banyak komentar.