AYOJAKARTA.COM – Jagat maya dibuat terperanjat dengan adanya fenomena tidak biasa yang terlihat mencolok di bagian langit.
Di mana terdapat video memperlihatkan suasana langit yang diperkirakan terjadi di sekitar Teluk Balkan.
Setelah pemutaran video dipercepat, terlihat jelas lanskap pada bagian langit tersebut yang menampilkan fenomena kilatan cahaya langit.
Bukan hanya kilatan cahaya, di bagian langit juga dengan jelas memperlihatkan fenomena yang menyerupai gulungan ombak.
Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Gempa Bumi yang Guncang Sumedang di Malam Tahun Baru 2024
“Mesin cuaca HAARP sedang dioperasikan, diduga terjadi di sekitar Teluk Balkan,” tulis caption dalam unggahan video di akun Instagram @killuminare.
Mengingat istilah HAARP, sebagian warganet langsung mengingat adanya sejumlah fenomena tidak biasa yang terjadi pada 6 Februari 2023 di Turki.
Sebagaimana diketahui dunia, pada tanggal tersebut Turki mengalami gempa hebat yang memporak-porandakan banyak bangunan.
Sebelum terjadinya gempa dahsyat tersebut, sejumlah kabar juga menyebut sempat terjadi fenomena tidak biasa yang terjadi di bagian langit.
Dari sejumlah tayangan video dan gambar yang banyak beredar di jagat maya, fenomena tidak biasa tersebut juga memiliki sejumlah kesamaan.
Karena adanya sejumlah kesamaan corak langit, tidak mengherankan apabila kemudian warganet membuat kesimpulan akan terjadi gempa besar dalam waktu dekat.
Kendati belum bisa dipastikan, sejumlah warganet langsung mempersoalkan keberadaan HAARP yang dianggap sebagai proyek senjata rahasia Amerika.
Sejumlah warganet berkeyakinan bahwa HAARP merupakan fasilitas rahasia militer Amerika yang bersembunyi dibalik proyek ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Update Gempa Sumedang: Rumah Rusak hingga RSUD Sumedang Buka Tenda Darurat
“Ada di Alaska, yang kendaliin milter Amerika, jadi HAARP itu bisa dibilang senjata terakhirnya Amerika buat nyerang musuh,” tulis seorang warganet.
Warganet justru mempersoalkan kebenaran mengenai proyek rahasia dari fasilitas yang dianggap mampu menjadi mesin pengendali cuaca tersebut.
Terkait dengan adanya asumsi dan anggapan teori konspirasi mengenai proyek HAARP, melalui halaman University of Alaska Fairbanks diketahui sejumlah informasi penting.
Dkutip dari kanal YouTube Sepulang Sekolah, HAARP atau High frequency Active Auroral Research Program, merupakan situs penelitian yang fokus melakukan penelitian di lapisan ionosfer.
Baca Juga: Terasa Bergoyang sampai Bandung, Gempa Bumi Tektonik M4 Guncang Kabupaten Sumedang
Proyek yang dikembangkan oleh militer Amerika di tahun 1993 oleh US Navy serta US Air Force dengan sejumlah ilmuwan kemudian terhenti di tahun 2014.
Sempat open house di tahun 2022, fasilitas tersebut pada tahun 2014 diambil alih oleh University of Alaska Fairbanks sebagai pusat informasi dan komunikasi.
Peran lapisan ionosfer bagi manusia, selain sebagai lapisan pelindung bumi juga penting di bidang komunikasi dan navigasi, terlebih bagi militer. ***

Share this article
Bukan hanya kilatan cahaya, di bagian langit juga dengan jelas memperlihatkan fenomena yang menyerupai gulungan ombak.