AYOJAKARTA.COM – Saksi Ahli Digital dalam kasus Jessica Wongso yakni Rismon Sianipar terus menyuarakan kejanggalan di kasus kopi sianida ini.
Tahun 2016 silam, Rismon Sianipar merupakan saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak Jessica Wongso dalam persidangan.
Selaku saksi ahli digital, Rismon Sianida kala itu memaparkan semua temuan dan bukti yang menunjukkan bahwa rekaman CCTV dari kafe Olivier telah direkayasa.
Baca Juga: Ini Daftar Temuan Kilang Minyak dan Gas Selama Tahun 2023, Tersebar di 3 Pulau
Namun saat itu, kesaksian Rismon Sianipar tersebut justru dimentahkan oleh hakim dan putusannya Jessica Wongso tetap dinyatakan bersalah serta dijatuhi pidana 20 tahun.
Meski sudah 7 tahun berlalu, baru-baru ini Rismon Sianipar kembali membongkar berbagai kejanggalan yang ia temukan dalam bukti rekaman CCTV kasus kopi sianida tersebut.
Saat hadir di sebuah podcast yang kemudian potongan videonya diunggah oleh akun TikTok @jawnews pada (17/11/23), Rismon Sianipar menuturkan bahwa ada temuan yang sangat komprehensif.
“Temuan setelah 7 tahun itu sangat komprehensif ya,” ujar Rismon.
Kemudian Rismon Sianipar menjelaskan dengan sangat detail temuan komprehensif dalam bukti rekaman CCTV kasus kopi sianida tersebut.
“Saya bandingkan ternyata hampir semua file atau file video yang dilakukan yang diperiksa seperti kanal 2, kanal 3, kamera 3, kamera 7, kamera mahkota, dan kamera 9, kamera 1 mahkota juga itu juga direkayasa,” jelas Rismon.
Baca Juga: Link Nonton Single's Inferno 3 FINAL EPISODE 10-11 Sub Indonesia, Bukan Rebahan atau Nodrakor
Selain itu, Rismon Sianipar juga menjelaskan jika dirinya sudah menyadari soal dugaan adanya perbedaan BAP dari saksi Ahli Digital Forensik dari Mabes Polri dan dari Universitas Monash Autralia.
“Saat itu sudah saya sadari, saya sampaikan bahwa saya temukan dengan membandingkan dua BAP ini bahwa dalam 1 kamera berbeda rentang 1 jam itu memiliki resolusi yang berbeda,” jelas Rismon.
Lebih lanjut ia menerangkan, “Jadi yang satu mengatakan FHD (Full High Definition), yang satu mengatakan 960x576 Standard Definition dan itu rekayasa.”
Tak hanya itu, Rismon juga menyebut jika salah satu dari kedua saksi ahli digital forensik tersebut merupakan oknum yang melakukan rekayasa bukti rekaman video CCTV kasus kopi sianida.
“Muhammad Nuh, dia yang melakukan down scalling, down scalling itu menyebabkan objek menjadi kasar dan kabur, itu rekayasa dan itu pantang untuk dilakukan,” ungkap Rismon Sianipar.
FHD itu adalah sebuah frame yang penuh, namanya resolusinya lebih tinggi yang HD resolusinya lebih rendah, informasi lebih rendah dan itu yang mungkin tampak pada akhirnya yang kita lihat sekarang ini bahwa kualitas videonya di bawah HD gitu ya, ada blur ada burem dan sebagainya,” jelas Rismon Sianipar.
“Blur, burem, berbayang, artefaknya kasar, pinggir-pinggir tapi itu kasar, itu akibatnya dari skilling down 990 ke 960,” lanjutnya lagi.***

Share this article
Saksi Ahli Digital dalam kasus Jessica Wongso yakni Rismon Sianipar terus menyuarakan kejanggalan di kasus kopi sianida ini.