AYOJAKARTA.COM – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya sempat ditawarkan untuk menjadi cawapres Anies Baswedan.
Namun ia menolak hal tersebut hingga akhirnya dirinya memilih untuk maju bersama Ganjar Pranowo dalam kontestasi Pilpres 2024.
Hal ini disampaikan oleh Mahfud MD dalam podcast bersama Denny Sumargo di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Cawapres nomor urut 3 menyampaikan saat itu di Koalisi Perubahan Demokrat masih menjadi bagian koalisi, dan ada wacana jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan menjadi cawapres Anies Baswedan.
Baca Juga: Mahfud MD Tolak Permintaan Tim Anies untuk Jadi Cawapres, Ini Alasannya
Ada kabar jika AHY tidak dipilih sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 terdengar isu bahwa Partai Demokrat akan keluar dari Koalisi Perubahan.
“Nah kalau dia keluar dari koalisi, ini nggak memenuhi syarat untuk daftar. Karena ini kalau partai nasdem keluar karena bukan AHY ini kira-kira hanya nggak sampai 17 persen,” ujar Mahfud MD dikutip pada Rabu, 10 Januari 2024.
“Nasdem dan PKS, Cuma kira-kira 13 persen, nah kan nggak bisa daftar,” lanjutnya.
Dari apa yang disampaikan oleh Mahfud MD dapat diketahui bahwa untuk mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres dalam Pilpres 2024 ada jalan terjal yang harus dilalui.
Persoalan isu keluarnya Partai Demokrat dari Koalisi Perubahan ini seakan menjadi tembok besar yang menghalangi Anies Baswedan maju menjadi capres.
Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Mahfud MD untuk menolak disandingkan dengan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Menurutnya jika Partai Demokrat keluar dari Koalisi Perubahan karena dirinya yang diusung menjadi cawapres Anies Baswedan.
Maka mantan Gubernur DKI Jakarta bisa dipastikan tidak akan bisa menjadi calon presiden karena tidak memenuhi syarat minimum suara dari partai pengusungnya.
Lebih lanjut Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menggagalkan Anies Baswedan, justru dirinya yang menjamin mantan Gubernur DKI Jakarta menjadi calon presiden 2024.
“Sehingga saya bilang ke masyarakat, pemerintah tidak akan menghalangi Anies, meskipun ada tuduhan. Maaf dari Denny Indrayana kan terang-terangan (mengatakan) pemerintah mau menghajar Anies,” ungkap Mahfud MD.
“Saya bilang ke Denny, Den kamu jaga lah Anies agar dia tidak sampai gagal jadi calon. Saya yang mau jaga dia dari pemerintah, agar dia tidak dihalangi oleh pemerintah. Pokoknya dia harus jadi calon deh, saya yang jamin. Saya ndak mau gagalkan Anies. Pokoknya saya jamin calon, soal kalah menang itu nanti,” lanjutnya.
Dijelaskan Mahfud MD jika Anies Baswedan gagal mencalonkan dirinya sebagai capres 2024 karena Partai Demokrat keluar dari Koalisi Perubahan.
Baca Juga: Tangkis Pernyataan Alvin Lim, Mahfud MD Ceritakan di Mana Ferdy Sambo Sekarang
Maka akan ada tuduhan bahwa pemerintah sengaja berusaha untuk menggagalkan pencalonan mantan Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai capres.
“Dan betul begitu saya nggak jadi yang masuk Muhaimin, Demokrat langsung keluar kan. Untung Muhaimin punya partai sehingga mengganti posisi Demokrat ini suaranya utuh untuk tetap bisa daftar,” kata Mahfud MD.
“Kalau saya yang masuk habis, dia nggak akan jadi calon lalu kita yang dituduh lagi nanti kan. Padahal saya salah seorang pembina politik di pemerintahan,” imbuhnya.***

Share this article
Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menggagalkan Anies Baswedan, justru dirinya yang menjamin maju sebagai capres.