AYOJAKARTA.COM - Puncak masa sosialisasi program capres atau kampanye pamungkas yang dilakukan para paslon capres-cawapres, mendapat sorotan dari berbagai kalangan.
Perhelatan kampanye pamungkas yang dihadiri para pendukung dan simpatisan, ketiga tim sukses paslon capres-cawapres optimis akan mendapat mandat langsung dari rakyat.
Terkait dengan pelaksanaan kampanye pamungkas yang dilakukan para paslon capres-cawapres, Pengamat Politik Ujang Komaruddin ikut buka suara.
Menurutnya, konsentrasi massa pendukung yang tumpah ruah dan memadati lokasi kampanye pamungkas memiliki dampak signifikan secara psikologis.
“Untuk psikologi kemenangan ini penting, bahwa masing-masing capres menunjukkan potensi dan keyakinan untuk menang,” ungkap Ujang.
Namun demikian jumlah massa pendukung yang oleh masing-masing tim sukses diklaim sebagai terbanyak, belum sepenuhnya mewakili perolehan suara di Pilpres.
Sebab jumlah pemilih yang masih ragu atau belum dapat menentukan pilihan secara pasti, masih perlu memastikan diri sampai 14 Februari.
Menurut Ujang, ribuan pendukung yang hadir dalam acara kampanye pamungkas merupakan pendukung-pendukung setia dari ketiga capres.
Baca Juga: 10 Kota Temiskin di Indonesia, Benarkah Warga Tetap Bahagia? Tasikmalaya dan Bengkulu Termasuk!
Sehingga potensi kenaikan perolehan suara secara signifikan, belum sepenuhnya dapat dilakukan kesimpulan.
“Saya melihat tidak akan ada penambahan suara, kecuali meyakinkan Swing Voter atau pemilih yang masih galau,” jelas Ujang.
Terkait dengan pelaksanaan kampanye pamungkas, Arya Bima selaku Tim TPN Ganjar-Mahfud memberikan pandangan.
Berdasarkan kehadiran para pendukung di setiap penyelenggaraan kampanye, jumlah pendukung riil seringkali tidak menggambarkan opini yang tertuang dalam survei.
“Di setiap kampanye setiap kita hadir di suatu daerah, antusias juga sangat tinggi, kita yakin akan masuk dalam putaran kedua,” jelas Arya.
Baca Juga: Kapan Awal 1 Ramadhan 2024? Peneliti BRIN: Kemungkinan Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda...
Pernyataan terkait dengan peluang mendapatkan mandat dari rakyat juga disampaikan oleh Tim Sukses pasangan Prabowo-Gibran.
Menurut Habiburokhman, jumlah massa pendukung yang hadir dalam kampanye pamungkas melebihi perkiraan.
Jumlah peserta dan pendukung yang hadir dalam kampanye terakhir hingga mencapai 800.000 orang, menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat.
“Mempertebal kepercayaan diri kami, Insya Allah kami mendapatkan amanah dari masyarakat dan bisa menang sekali putaran,” jelas Habiburokhman.
Namun demikian, Habib tidak mempersoalkan jika setiap tim sukses dari masing-masing paslon ingin mengklaim jumlah pendukungnya yang hadir di kampanye pamungkas.
Lebih lanjut Habiburokhman menegaskan, pendukung yang hadir dalam acara kampanye pamungkas bukan pemilih hasil mobilisasi.
Terkait dengan jumlah massa pendukung yang hadir dalam acara kampanye pamungkas, Jubit Timnas Amin Daniel Johan memberi pernyataan.***

Share this article
3 Paslon capres-cawapres sudah lakukan kampanye akbar, jumlah pendukung berdampak psikologis? Ujang Komaruddin pengamat politik ungkap...