Tim Kuasa Hukum Jessica Wongso Blak-blakan Sebut Kliennya Tak Mau Ajukan Grasi ke Pemerintah, Kenapa?

Martin Simanjuntak, Anggota Tim Kuasa Hukum Jessica Wongso
Martin Simanjuntak, Anggota Tim Kuasa Hukum Jessica Wongso

AYOJAKARTA.COM – Terpidana kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin atau yang lebih dikenal kasus kopi sianida pada 2016, Jessica Kumala Wongso resmi bebas bersyarat pada Minggu, 18 Agustus 2024.

Jessica mendapatkan remisi cukup banyak yakni 58 bulan dan 30 hari yang sebelumnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Ia mendapatkan remisi tahanan karena berkelakukan baik selama menjalani masa hukuman.

Diketahui, Jessica Wongso sudah menjalani hukuman selama delapan tahun penjara sebelum bebas bersyarat.

Baca Juga: Berencana Akan Ajukan PK Jessica Wongso, Otto Hasibuan: Mudah-mudahan 2 atau 3 Minggu Lagi

Berdasarkan dakwaan, ia dihukum karena membuat Wayan Mirna Salihin meninggal setelah meminum kopi Vietnam yang disebut mengandung sianida.

Kurang lebih setelah delapan tahun tenggelam, kasus ini kembali menjadi perhatian publik pada September sampai Oktober 2023 lalu usai sebuah film berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang di Netflix.

Tim kuasa hukum Jessica Wongso, Martin Simanjuntak menceritakan kehidupan Jessica di dalam tahanan.

Ia menyampaikan Jessica Wongso merupakan orang yang humble atau cepat akrab dengan orang lain.

Baca Juga: Pastikan Akan Ajukan PK Jessica Wongso, Otto Hasibuan Ungkap Penyebab Pihaknya Menunda Ajukan Upaya Hukum

“Jessica ini orangnya humble ya, enggak-enggak sulit beradaptasi dengan orang baru padahal kan saya ini bukan kuasa hukum dia di 2016”, ucap Martin Simanjuntak dikutip ayojakarta.com dari YouTube Uya Kuya TV pada Jumat, 23 Agustus 2024.

Martin Simanjuntak sempat menanyakan perasaan Jessica menjalani pidana tapi yakin tak melakukan pembunuhan tersebut.

“Nah di situ kita ngobrol-ngobrol panjang. Saya sempat dapat kesempatan nanya gimana Jessica perasaannya tapi sebelumnya saya minta maaf dulu ke dia, saya bilang minta maaf ya, saya mau tanya bagaimana perasaannya kamu menjalani pidana tapi kamu yakin kamu tidak melakukan itu”, lanjut Martin.

Martin mengatakan Jessica selama setahun susah untuk menerima semua yang terjadi pada dirinya.

Baca Juga: Dugaan Peradilan Sesat Pasca Jessica Wongso Ajukan PK Jadi Sorotan, Pakar Hukum Pidana Bongkar Kesamaan dengan Kasus Saka Tatal

Jessica merasa seperti inferior namun lama-kelamaan bisa menerima dan berdamai dengan semuanya.

“Ya dibilang awalnya sakit setahun itu katanya susah dia untuk menerima. Dia ngerasa kayak inferior gitu lah ya. Cuma lama-lama dia coba berdamai dengan dirinya ya, sambil juga diberikan konsultasi dan juga dapat insight dari lingkungan yang menurutnya positif dan dia coba untuk membaur”, kata Martin.

Tim kuasa hukum Jessica menyampaikan bahwa kliennya mencoba menerima meski yakin tak melakukan hal itu.

“Ya dia mencoba untuk membaur dan mencoba untuk menerima apa yang terjadi kepada dirinya walaupun dia yakin tidak melakukan itu”, ujarnya.

Baca Juga: Sempat Disebut Punya Hubungan Spesial, Jessica Wongso Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Mirna Salihin, Ternyata…

Martin pernah menanyakan seberapa yakin Jessica tidak melakukan hal tersebut.

“Seberapa yakin enggak melakukan, dia sampai sekarang saya masih yakin saya tidak melakukan itu tidak melakukan pembunuhan itu tidak tidak dan itu ya dia tidak meracuni Mirna”, ucapnya.

Pengacara Jessica Wongso tersebut juga menanyakan kepada kliennya kenapa tak mau mengajukan grasi.

Baca Juga: Bebas Penjara karena Berkelakuan Baik, Ternyata Ini yang Dikerjakan Jessica Wongso Selama 8 Setengah Tahun di Lapas

Jessica menjawab karena ia lebih baik dipenjara daripada mengaku atas perbuatan yang tidak dilakukan.

“Itu dapat dikonfirmasi karena gini saya tanya juga kan kenapa enggak ngajuin grasi? Itu kan kayaknya peluang buat dikabulkan besar tuh kan karena ya dari sisi tekanan internasional dari sisi kemanusiaan dari sisi dalam negeri. Ini kan juga harus jadi ada suatu instrumen yang dipertimbangkan oleh pejabat-pejabat kita”, ucap Martin.

“Nah cuma dia bilang grasi itu kan persyaratannya mengakui perbuatan-perbuatan, dia bilang ya saya lebih baik di sini selamanya daripada saya harus mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan”, sambungnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# grasi
# Martin Simanjuntak
# bebas bersyarat
# Wayan Mirna Salihin
# Jessica Wongso
# kopi sianida
# pembunuhan

News Update

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.

Jakarta Selatan

Aksi Heroik Gagalkan Penjambretan Bersajam di CFD, 4 Personel Dishub DKI Dapat Penghargaan!

Keempat petugas tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan bersenjata tajam di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Sudah Ada 324, Pemprov DKI Bakal Perbanyak RPTRA! Pramono Anung: Biar Anak-anak Punya Banyak Tempat Bermain

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menambah jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah ibu kota.

Gadget

Bocor di Tangan J-Hope BTS! Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis 22 Juli dengan Desain Lebih Lebar

Samsung Galaxy Z Fold 8 siap rilis 22 Juli dengan desain *wide folding* lebih lebar, bahan Flex Titanium, chip Snapdragon 8 Elite, serta hadir dalam varian standar dan Ultra.