AYOJAKARTA.COM – Edi Darmawan Salihin menjadi salah satu yang cukup jadi sorotan sejak kasus kopi sianida Jessica Wongso kembali mencuat.
Sebagaimana diketahui, kasus yang booming tahun 2016 silam ini belakangan kembali ramai setelah dirilisnya film dokumenter Netflix berjudul Ice Cold: Coffee, Murder and Jessica Wongso.
Film dokumenter tersebut memunculkan banyaknya kejanggalan dalam kasus ini.
Bahkan kini banyak pihak yang berasumsi jika sebenarnya Jessica Wongso bukanlah orang yang membunuh Mirna Salihin dengan racun sianida.
Penetapan Jessica Wongso sebagai terpidana dalam kasus ini juga dianggap tak cukup bukti, apalagi diketahui tidak dilakukan autopsi terhadap Mirna Salihin.
Selain tak ada autopsi, keterangan dari dokter Jaya yang menangani jenazah Mirna Salihin saat itu tegas menyatakan tak ditemukan kandungan racun sianida dalam tubuhnya.
Kejanggalan soal dugaan tak ditemukannya racun sianida dalam tubuh Mirna Salihin juga sempat diucapkan sang ayah yakni Edi Darmawan Salihin secara tak sengaja.
Dikutip ayojakarta.com dari TikTok @murdjitolowo pada (21/12/2023), saat itu Edi Darmawan Salihin hadir dalam acara Indonesia Lawyers Club yang dihadiri pula kuasa hukum Jessica Wongso yakni Otto Hasibuan.
Baca Juga: Usut Pernyataan Edi Darmawan, Kuasa Hukum Jessica Wongso Akan Kirim Surat untuk Kepolisian Australia
Dalam acara tersebut, Edi Darmawan Salihin sempat membeberkan pernyataan yang cukup mengejutkan tepatnya saat Mirna Salihin meninggal diduga keracunan.
“Kaku begitu saya, kenapa ini anak kok bisa meninggal, e habis minum kopi, saya pikir kena kopi begitu atau apa, nih anak kenapa gitu ada kelainan,” terang Edi Darmawan Salihin.
Rupanya Edi Darmawan Salihin dinilai keceplosan lantaran menuturkan jika saat itu ia sempat memberi bantuan napas melalui mulut Mirna Salihin.
“Saya pikir selama ini dia super sehat, jadi nggak pernah ada penyakit, nggak pernah ada apa, begitu saya lihat, saya langsung bikin napas pernapasan, saya bilang Mir bangun,” lanjutnya.
Pernyataan Edi Darmawan Salihin tersebut kemudian direspons Otto Hasibuan yang menegaskan jika hal itu membuktikan bahwa dalam tubuh Mirna Salihin memang tak ada racun sianida.
“Jadi kita lihat tadi apa yang dikatakan oleh Pak Salihin, dia katakan kan dia memberikan bantuan napas buatan kepada Mirna,” tegas Otto Hasibuan.
“Jadi inilah satu bukti yang sudah kami jaga di pengadilan, Dokter Jaya mengatakan dia yang pertama kali, jadi kalau Pak Agus tadi mengatakan bahwa fakta, Dokter Jaya fakta yang pertama yang jadi ahli kami, sebenarnya dia adalah saksinya jaksa tapi nggak diajukan ke sidang menjadi saksi yang kami ajukan,” lanjutnya.
Otto Hasibuan lantas menyampaikan keterangan Dokter Jaya yang kala itu menangani jenazah Mirna Salihin.
“Dia yang pertama kali sebelum di membalsem dan dia yang membalsem Mirna. Dia mengatakan saya pencet-pencet tubuhnya Mirna, saya cium tidak ada sianida ya kan karena ciri-ciri sianida itu adalah aroma,” ungkap Otto Hasibuan.
Otto Hasibuan kembali menegaskan jika memang Edi Darmawan Salihin saat itu melakukan bantuan napas kepada Mirna Salihin, seharusnya ia juga bisa meninggal lantaran terkena racun yang sama.
Namun buktinya Edi Darmawan Salihin tetap baik-baik saja bahkan meski kontak langsung dengan Mirna Salihin.
Hal itulah yang dianggap sebagai bukti kuat oleh Otto Hasibuan bahwa Jessica Wongso memang tak meracuni Mirna Salihin.
“Kalau betul-betul dia (Edi Darmawan Salihin) sudah kasih napas buatan kepada Mirna dan di dalam tubuhnya itu ada sianida yang 14 gram itu karena dia bilang 7900 sama dengan 7300 pasti kau (Edi Darmawan Salihin) meninggal,” ujar Otto Hasibuan.***

Share this article
Berikut momen Edi Darmawan keceplosan ucapkan hal ini yang bikin kuasa hukum Jessica Wongso makin yakin tak ada sianida di tubuh Mirna.