AYOJAKARTA.COM – Ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern oleh WHO, Virus Mpox atau Monkeypox kembali menjadi sorotan dunia.
Virus Mpox atau Cacar Monyet merupakan suatu istilah untuk menggambarkan penyakit yang memiliki gejala sangat mirip dengan penyakit cacar.
Pada mulanya, Mpox diketahui hanya menyerang hewan semisal tupai, tikus, kelinci serta primata seperti monyet atau Zoonosis.
Dalam perkembangannya, virus yang disebabkan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae ini juga menular kepada manusia.
Berdasarkan data WHO dan Kementerian Kesehatan, virus Mpox pada manusia tercatat mulai terjadi pada 1970 di Republik Kongo.
Sempat terjadi perlawanan secara massal pada tahun 1980 melalui vaksinasi.
Pada 2003, virus Mpox kembali ditemukan di Amerika Serikat dengan 70 kasus.
Pada rentang tahun 2017-2022, Inggris dan Israel mulai melaporkan temuan kasus Mpox di tahun 2018.
Baca Juga: Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Ungkap 8 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Hadapi MPox, Apa Saja?
Setahun berselang, satu kasus Mpox juga ditemukan di Singapura yang terjadi pada salah seorang warga Nigeria.
Tahun 2022 sampai dengan hari ini, Mpox juga ditemukan di sejumlah negara Eropa dan Amerika dan termasuk Asia Tenggara dengan di Indonesia ada 88 temuan kasus.
Dari total 88 temuan kasus Mpox di Indonesia, Kemenkes mengonfirmasi 87 di antaranya sudah sembuh.
Proses penularannya kepada manusia terjadi akibat adanya gigitan atau cakaran serta mengonsumsi hewan yang sudah terjangkit virus.
Baca Juga: Viral Virus Monkey Pox (Mpox) di Indonesia, Manajer WHO Samuel Boland Ungkap Fakta Penting
Sedangkan antara sesama manusia, proses penularan virus Mpox disebabkan karena adanya kontak fisik serta benda yang terkontaminasi dari penderita.
Selain demam dan sakit kepala berkepanjangan, orang yang terinfeksi Mpox juga akan mengalami gejala lain seperti nyeri punggung, lemas dan munculnya ruam pada kulit.
Bukan saja terlihat pada bagian wajah, ruam juga tampak pada bagian tubuh lainnya serta terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.
Virus Mpox yang disebabkan hewan pengerat dengan rasio kematian kecil ini memiliki masa inkubasi berkisar antara 6 hingga 16 hari atau 5 sampai dengan 21 hari.
Meski disebut memiliki rasio kematian 3 hingga 6 persen, virus Mpox memungkinkan terjadinya komplikasi serius.
Selain dapat mengakibatkan terjadinya Bronkopneumonia, Sepsis dan Radang Otak, Mpox juga berpotensi mengakibatkan infeksi kornea hingga terjadi kebutaan.
Sebagaimana lazimnya cara kerja virus, potensi kesembuhan akan semakin meningkat jika inang atau tempat bersarangnya virus memiliki daya tahan tubuh kuat.
Pengaduan masyarakat terkait Mpox dapat menghubungi telepon 1500-567 atau melalui pesan singkat di nomor 0812-8156-2620 atau email di kontak @kemenkes.go.id.***

Share this article
Ketahui beberapa fakta terkait Virus Mpox yang dinyatakan sebagai musuh oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO.