AYOJAKARTA.COM -- Penyakit Mpox atau Monkey Pox masih menjadi perhatian dunia tak terkecuali Indonesia.
Wabah penyakit Mpox telah terkonfirmasi menjangkit di beberapa wilayah di Indonesia.
Tercatat sudah 88 kasus terkonfirmasi Mpox yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.
Baca Juga: Virus Mpox atau Cacar Monyet Sudah Tersebar di Indonesia, Ternyata Sudah Masuk sejak 2022! di Mana?
DKI Jakarta sebagai daerah dengan konfirmasi Mpox tertinggi mencapai 59 kasus sejak ditemukan pertama tanggal 22 Januari 2024.
Disusul Jawa Barat 13 kasus, Banten 9 kasus, Jawa Timur 3 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta 3 kasus, dan Kepulauan Riau 1 kasus.
Lalu apa sebenarnya penyakit Mpox dan bagaimana gejalanya?
Dikutip AyoJakarta.com dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, penyakit Mpox disebabkan oleh virus monkeypox dan ditularkan dari hewan monyet (penyakit zoonosis).
Penularan virus Mpox cukup masif dan mudah menyebar dari penderita ke orang lain yang sehat.
Orang terkonfirmasi Mpox biasanya mengalami demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.
Selain itu, penderita Mpox juga mengalami ruam satu sampai tiga hari sejak demam, dengan tanda ruam di wajah, mulut, alat kelamin, mata, telapak tangan dan telapak kaki.
Untuk mencegah penularan virus Mpox atau Monkey Pox ini, maka WHO menyarankan untuk melakukan vaksinasi tertarget.
Yang artinya hanya orang-orang yang berisiko tinggi misalnya seseorang pernah kontak dengan penderita merupakan prioritas target yang wajib mendapatkan vaksinasi.
Vaksinasi massal tidak disarankan karena penyakit Mpox lebih mudah ditangani dibandingkan dengan Covid-19.
Berikut dua jenis vaksin Mpox yang bisa digunakan untuk vaksinasi tertarget sebagai pencegahan penularan secara masif.
1. Vaksin ACAM 200
Vaksin ini memiliki lisensi bukan hanya untuk mencegah cacar tetapi berfungsi untuk menyembuhkan cacar monyet.
Efek samping pemberian vaksin ACAM 200, sebagai berikut.
Baca Juga: WASPADA! Perilaku Seks Beresiko Berujung Mpox, Kok Bisa? Simak Penjelasan Kemenkes
- Nyeri, bengkak, dan kemerahan di tempat suntikan
- Demam, ruam, pembengkakan, kelenjar getah bening, dan komplikasi
- Ulkus di bekas suntikan, perikarditis, hingga miokarditis
- Efek disebabkan karena adanya riwayat penyakit sebelumnya seperti diabetes atau penyakit jantung
- Efek samping yang ditimbulkan masih memerlukan penelitian lebih lanjut
2. Vaksin JYNNEOS
Vaksin ini merupakan perbaikan ACAM 200 karena tidak dapat ditiru dan diberikan kepada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan menderita eksem.
Baca Juga: Anak Kamu Mengalami Gejala Virus Mpox? Jangan Panik! Ini Langkah yang Harus para Orang Tua Ketahui!
Vaksin jenis JYNNEOS yang sebelumnya digunakan untuk penyakit smallpox.
Karena telah melalui pengembangan dan penelitian maka dapat digunakan untuk pencegahan mpox, namun ketersediaan global masih terbatas.
Efek samping pemberian vaksin JYNNEOS, sebagai berikut.
Baca Juga: BEDA! 88 Kasus Mpox Telah Ditemukan di Indonesia, Ini Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Biasa
- Nyeri, gatal, dan kemerahan di tempat suntikan
- Demam, sakit kepala, kelelahan, mual, menggigil, dan nyeri otot
Hasil pemberian vaksin ini sangat baik dan tidak terlalu reaktogenik.***

Share this article
Untuk mencegah penularan virus Mpox atau Monkey Pox ini, maka WHO menyarankan untuk melakukan vaksinasi tertarget.