AYOJAKARTA.COM – Buntut penetapan tersangka Sekjen PDIP oleh KPK, ditanggapi Effendi Simbolon sebagai bagian dari kesalahan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum.
Karena itu Effendi Simbolon yang juga mantan kader PDIP meminta agar Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum bersedia mengundurkan diri.
Pengunduran diri Megawati Soekarnoputri dari jabatan Ketua Umum PDIP, menurut Effendi Simbolon merupakan bagian dari bentuk sikap satria.
“Tidak hanya sebatas Hasto, saya kira pertanggungjawaban juga dari Ketua Umum, ya meletakan jabatan itu kan ksatria juga,” tegas Efendi.
Menyikapi pernyataan Effendi Simbolon yang belum lama ini diberhentikan sebagai kader, Juru Bicara PDIP memberi tanggapan.
Menurut Guntur Romli, Efendi tidak memiliki hak untuk meminta Megawati Soekarnoputri mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum karena bukan lagi merupakan kader PDIP.
Lebih lanjut Guntur menambahkan, pernyataan Effendi kepada awak media merupakan suatu tindakan yang tidak layak dan etis.
Selain disampaikan oleh Jubir, pendapat senada terkait dengan pernyataan Effendi juga diungkapkan oleh Politikus PDIP Seno Bagaskoro.
Menurut Seno, permintaan Efendi sebagai mantan kader PDIP atas mundurnya Megawati merupakan angin politik yang datang menjelang perhelatan besar partai.
“Kami anggap itu angin lalu saja mendekati momentum yang sangat penting yaitu HUT 52 dan Kongres PDIP,” ungkapnya.
Sebagai partai yang lahir dari proses panjang perjuangan bangsa Indonesia, PDIP menurut Seno sudah terbiasa menghadapi tekanan sistematis.
Adanya berbagai bentuk upaya pengkerdilan dan merongrong kedaulatan bangsa melalui PDIP, menurut Seno merupakan bentuk perlawanan terhadap hegemoni kekuasaan.
Pasca pemecatan terhadap sebanyak 27 kader termasuk Joko Widodo dan Efendi, menurut Seno semakin membesarkan semangat PDIP untuk berjuang bersama rakyat.
“Kami setiap hari menerima anggota baru setelah pemecatan karena dianggap tegas oleh masyarakat,” imbuhnya.
Baca Juga: Update Terbaru Pengumuman Seleksi CPNS dan PPPK Tahap I: Guru, Nakes dan Teknisi
Permintaan Effendi Simbolon agar Ketum mundur, Seno menegaskan tidak lain merupakan bentuk pengkerdilan karena PDIP semakin membesar baik secara kualitas dan kuantitas.
Permintaan agar Megawati Soekarnoputri segera mundur dari jabatan Ketum PDIP, juga ditanggapi oleh Pengamat Politik Adi Prayitno.
Melalui kanal YouTube-nya, Adi menyebut desakan agar Megawati mundur dari jabatan Ketum merupakan salah satu bukti bahwa upaya mengobok-obok PDIP memang ada.
Implikasi pernyataan Effendi yang secara intrinsik berada dalam barisan Joko Widodo, juga berpotensi memperkuat dugaan akan adanya konflik antara Megawati dengan Jokowi.
“Andai pernyataan itu disampaikan saat masih menjadi kader PDIP saya kira itu akan mantap, sehingga tidak hanya dianggap barisan sakit hati,” jelas Adi.***

Share this article
Buntut penetapan tersangka Sekjen PDIP oleh KPK, ditanggapi Effendi Simbolon sebagai bagian dari kesalahan Megawati Soekarnoputri...