AYOJAKARTA.COM – Sempat menuai protes dari para kaum terpelajar di masa kolonial, wacana Libur Sekolah selama Ramadhan kini kembali menjadi sorotan.
Kebijakan Libur Sekolah selama Ramadhan bagi siswa peserta didik di Indonesia, sebelumnya juga sempat terjadi di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
Wacana untuk kembali menerapkan kebijakan Libur Sekolah selama Ramadhan, di masa Presiden Prabowo kini menuai beragam tanggapan.
Baca Juga: 2 Contoh Tes PPG Prajabatan 2025 Lengkap dengan Jawabannya
Libur Sekolah selama Ramadhan yang sempat disodorkan Kemenag, oleh sebagian kalangan dinilai akan kontra produktif dengan tujuan kurikulum pendidikan.
Sementara bagi sebagian kalangan lain, Libur Sekolah selama Ramadhan dapat berdampak positif bagi penguatan karakter sosial peserta didik.
Menyikapi wacana Libur Sekolah selama Ramadhan, Sekretaris MUI Kota Makassar KH Masykur Yusuf memberikan tanggapan.
Menurutnya, kebijakan libur sekolah selama bulan Ramadhan dapat membawa dampak positif serta negatif bagi para peserta didik.
Mengacu pada tujuan peningkatan kualitas keagamaan bagi peserta didik, libur selama Ramadhan dapat berdampak positif bagi siswa.
Namun demikian, kelonggaran waktu yang diberikan selama Ramadhan justru memungkinkan disalahgunakan oleh siswa.
“Mungkin dengan fokus pembelajaran keagamaan di saat Ramadhan, siswa akan lebih memahami ajaran keagamaan,” ungkap Masykur.
Baca Juga: Gampang Banget! Tutorial Praktis Cara Menghilangkan Iklan di Semua HP Android
Karena itu libur sekolah selama Ramadhan, Masykur menilai perlu tetap diisi dengan berbagai program keilmuan yang berorientasi pada aspek keimanan.
Selain datang dari sekolah, proses pembelajaran yang positif juga perlu datang dari masyarakat tempat setiap siswa tinggal dan menetap.
Disamping tetap perlu melibatkan sekolah dan masyarakat, libur sekolah selama Ramadhan menurut Masykur juga harus disiapkan oleh setiap keluarga.
Salah satu hal penting dan mendasar yang dapat dilakukan oleh keluarga adalah dengan memperkenalkan pentingnya kedisiplinan waktu.
“Tantangan sekarang itu banyak sekali, satu yang paling kuat adalah sosial media dengan konten, karena kalau sudah menyentuh waktu tidak terasa,” jelas Masykur.
Selain Ketua MUI, tanggapan mengenai wacana libur sekolah selama Ramadhan juga disampaikan Ketua Umum PBNU.
Baca Juga: Hati-hati! 5 Kesalahan Fatal Ini Bisa Gagalkan Peserta Didik sebagai Penerima Bantuan KJP Plus
Menurut Yahya Cholil Staquf, libur sekolah selama Ramadhan merupakan hal yang harus dipertimbangan lebih mendalam.
Memastikan kegiatan siswa atau peserta didik selama tidak belajar formal di sekolah, menurut Gus Yahya merupakan permasalahan serius yang patut diselami.
Bukan hanya menyasar pada siswa-siswi muslim, mempertimbangkan pelajar dari kalangan umat agama lain juga perlu menjadi perhatian.
“Jangan cuma libur dan tidak, saya setuju asal ada konstruksi kegiatan yang jelas, termasuk anak-anak non muslim,” tegas Gus Yahya. ***
Share this article
Menyikapi wacana Libur Sekolah selama Ramadhan, Sekretaris MUI Kota Makassar KH Masykur Yusuf memberikan tanggapan.