AYOJAKARTA.COM - Kemacetan parah terjadi di Kilometer 48 tol Jakarta-Cikampek yang menjadi simpul macet karena merupakan titik pertemuan arus kendaraan dari jalan layang MBZ dengan jalur tol reguler.
Sementara di lokasi tersebut juga terdapat penyempitan jalan yang menambah kerumitan lalu lintas.
Situasi kemacetan semakin diperparah dengan perilaku banyak kendaraan pemudik yang memilih berhenti di sepanjang bahu jalan setelah melakukan perjalanan panjang, menyebabkan pengurangan kapasitas jalan yang signifikan pada titik kritis tersebut.
Baca Juga: Bocoran Desain 1Phone 17 pro! Punya Kamera Zigzag Ini Spesifikasinya, Berminat?
Untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah, pihak kepolisian bersama dengan Jasa Marga telah mengambil langkah strategis dengan memberlakukan sistem contraflow untuk satu lajur khusus ke arah gerbang tol Cikampek Utama mulai dari Kilometer 47.
Sehingga diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi secara signifikan.
Pada siang hari kondisi terpantau masih padat merayap dengan kecepatan kendaraan hanya berkisar antara 5 hingga 10 kilometer per jam.
Dengan komposisi lalu lintas didominasi oleh kendaraan-kendaraan pribadi berukuran kecil dan sejumlah bus yang melakukan perjalanan menuju ke arah Bandung serta gerbang tol Cikampek Utama yang merupakan akses utama keluar dari Jakarta.
Telah terjadi lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan khususnya di sepanjang ruas tol layang MBZ yang menjadi jalur alternatif utama untuk menghindari kemacetan di jalur tol reguler.
Berdasarkan data terkini, telah terjadi peningkatan hingga 180 persen dari sekitar 20.000 kendaraan pada kondisi lalu lintas normal, kini meningkat drastis hingga mencapai angka 60.000 kendaraan yang melintas di jalan layang MBZ.
Baca Juga: Kenaikan Jumlah Pemudik Bandara Soekarno Hatta Capai 4,9 Persen! Pemerintah Lakukan Strategi Ini...
Berbagai rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengatasi situasi ini, dengan yang saat ini diberlakukan adalah sistem contraflow satu jalur ke arah gerbang tol Cikampek Utama.
Pengendara sangat diimbau untuk memilih lajur yang tepat karena jika mereka memilih untuk menggunakan lajur contraflow, mereka belum tentu bisa kembali masuk ke lajur biasa, sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan atau kepadatan lalu lintas yang lebih parah.
Para pengendara yang berniat untuk keluar melalui exit tol terdekat harus dengan cermat memilih lajur di sebelah kiri untuk menghindari kesulitan dalam mengakses pintu keluar yang dituju.
Penyebab utama kepadatan lalu lintas juga diidentifikasi berasal dari kebiasaan banyak pengendara yang memilih untuk berhenti dan beristirahat sejenak di sepanjang bahu jalan di area Kilometer 48 setelah menempuh perjalanan melelahkan sepanjang 36 kilometer melalui jalan layang MBZ yang tidak dilengkapi dengan tempat peristirahatan atau rest area sepanjang rutenya.
Para pengendara diimbau dengan sangat untuk tidak berhenti di bahu jalan karena area tersebut merupakan jalur darurat yang harus selalu tersedia untuk keperluan evakuasi dan penanganan keadaan darurat, serta sebaiknya memanfaatkan fasilitas Rest Area terdekat yang tersedia di Kilometer 57.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Hari Ini 29 Maret 2025 di Wilayah Kota Jakarta dan Kepulauan Seribu
Pihak pengelola tol layang juga telah menyiapkan rencana strategis dengan akan memberlakukan sistem buka tutup pada ruas tol layang apabila terjadi peningkatan volume kendaraan atau kepadatan yang berpotensi membahayakan.
Mengingat karakteristik jalan layang yang memiliki risiko keselamatan tinggi jika terjadi perhentian kendaraan mendadak, terutama bagi pengendara yang berada di atas struktur jalan layang tersebut.
Peningkatan volume kendaraan sebesar 180 persen dibandingkan hari-hari biasa menjadi perhatian khusus bagi otoritas terkait dalam mengelola arus mudik tahun ini untuk memastikan kelancaran dan keselamatan para pemudik.***
Share this article
Berbagai rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengatasi situasi ini, dengan yang saat ini diberlakukan adalah sistem contraflow...