AYOJAKARTA.COM – Momen memanas terjadi dalam acara "Nganjang Ka Rakyat" yang digelar di Kabupaten Subang pada Rabu malam, 28 Mei 2025.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terlihat tersulut emosinya setelah sekelompok suporter Persikas Subang membentangkan spanduk besar bertuliskan “#Selamatkan Persikas” dan meneriakkan yel-yel protes.
Insiden ini terekam dalam video yang dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan publik.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Ini Jadwal Lengkap PPDB MTs DKI Jakarta 2025 Jalur Reguler
Dalam rekaman tersebut, Dedi Mulyadi tampak marah dan meminta agar spanduk segera diturunkan karena dianggap mengganggu jalannya acara yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Respons Tegas Dedi Mulyadi: Bukan Soal Klub, Tapi Kepedulian Sosial
Menurut Dedi Mulyadi, aksi suporter tersebut tidak pada tempatnya. Ia menilai, mengedepankan kepentingan klub sepak bola di tengah momen yang penuh empati terhadap kesulitan hidup warga adalah bentuk sikap yang tidak beradab.
Mantan Bupati Purwakarta itu pun menegaskan bahwa dirinya tidak menyesali kemarahan yang ditunjukkannya.
Ia menyebut bahwa tanggung jawab sebagai pemimpin adalah mendidik rakyat, bukan sekadar menjaga citra atau popularitas.
“Biarlah kemarahan saya dipelintir jadi isu politik. Tapi mendidik rakyat jauh lebih penting daripada memikirkan elektabilitas,” ungkap pria berusia 54 tahun tersebut.
Suporter Persikas Resah, Klub Dikabarkan Akan Diakuisisi
Aksi protes suporter Persikas Subang tak lepas dari kekhawatiran mereka atas kabar yang menyebutkan klub kesayangan mereka akan diakuisisi pihak luar.
Baca Juga: Spek Gacor! Tecno Pova Curve 5G Sudah Hadir, Punya Berbagai Fitur AI, Harga Rp3 Jutaan?
Rumor menyebutkan bahwa klub yang sempat tampil di Liga 2 ini akan diambil alih investor dari Sumatera Selatan dan berganti nama menjadi Sumsel United.
Kabar tersebut memicu keresahan di kalangan pendukung Persikas. Mereka menganggap kehadiran klub sepak bola lokal bukan hanya soal pertandingan, tapi juga identitas dan kebanggaan daerah.
Sayangnya, hingga kini manajemen klub masih belum memberikan pernyataan resmi. Salah satu media lokal menyebutkan bahwa klarifikasi baru akan disampaikan pada Jumat, 30 Mei 2025.
Meskipun insiden ini menimbulkan polemik, sebagian warganet justru memberikan dukungan kepada Dedi Mulyadi.
Mereka menilai tindakan tegas tersebut sebagai bentuk ketegasan seorang pemimpin yang tak segan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.***

Share this article
Momen memanas terjadi dalam acara "Nganjang Ka Rakyat" yang digelar di Kabupaten Subang pada Rabu malam, 28 Mei 2025.