AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini ramai pemerintah siap lakukan ekspor usai mengetahui stok beras nasional melimpah hingga mencapai 4 juta ton.
Menyoal hal ini Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori, menyebutkan pemerintah harus tetap memperhitungkan ketersediaan beras nasional sudah pasti terpenuhi.
“Opsi ekspor sebaiknya dilakukan setelah bisa dipastikan ketersediaan beras untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri terpenuhi dengan aman. Hal itu belum bisa dipastikan hari-hari ini,” kata Khudori, Senin (2/6).
Lebih lanjut Khudori menyebutkan bahwa dinamika dari produksi beras ini akan berlanjut hingga akhir tahun, yang menyisakan 7 bulan lagi.
“Keputusan mengenai ekspor beras sebaiknya diambil pada akhir September nanti. Pada periode tersebut, produksi beras nasional diperkirakan sudah mencapai 80 persen hingga 85 persen, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pasokan domestik,” paparnya.
Lebih lanjut, ada kemungkinan stok beras nasional akan terus meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan datang terlambat dan bersifat kemarau basah, yang artinya meskipun kemarau masih akan ada hujan.
“Fenomena kemarau basah ini diproyeksikan akan mengatasi kekhawatiran petani terkait ketersediaan air selama musim kering. Dengan pasokan air yang cenderung aman, produksi padi diyakini dapat berjalan lancar dan berlimpah hingga akhir tahun dan potensi panen raya ini akan meningkatkan stok beras nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, Indonesia siap mengekspor 2.000 ton beras per bulan ke Malaysia. Selain Malaysia, Indonesia siap mengekspor beras ke negara anggota Asean lainnya.
"Untuk ekspor 2.000 ton per bulan, kami berencana kirim dari yang terdekat dengan Malaysia seperti Kalimantan Barat. Namun, ekspor beras ke negara tetangga hanya bisa dilakukan setelah kebutuhan beras di dalam negeri benar-benar terpenuhi,” tegasnya.***

Share this article
pemerintah siap lakukan ekspor usai mengetahui stok beras nasional melimpah hingga mencapai 4 juta ton.