Jadi Orang Pertama Korban Kriminalisasi Jokowi, Buni Yani Menduga Roy Suryo CS Akan Mengalami ini Sebentar Lagi

Jadi Orang Pertama Korban Kriminalisasi Jokowi, Buni Yani Menduga Roy Suryo CS Akan Mengalami ini Sebentar Lagi
Jadi Orang Pertama Korban Kriminalisasi Jokowi, Buni Yani Menduga Roy Suryo CS Akan Mengalami ini Sebentar Lagi

AYOJAKARTA.COM – Perseteruan yang terjadi antara Jokowi dengan Roy Suryo CS terkait dugaan ijazah palsu, diprediksi akan bermuara pada upaya kriminalisasi.

Selain karena kriminalisasi merupakan bagian dari cara pandang Jokowi terhadap fungsi kekuasaan, perkara ijazah palsu juga tidak akan membuahkan kebenaran apapun.

Sehingga cara terbaik untuk memangkas seluruh akar perkara dugaan ijazah palsu milik Jokowi, adalah dengan membeberkan gaya dan karakteristik kepemimpinannya.

Baca Juga: Resmi! Pemerintah Salurkan Bansos BPNT dan Bonus Tambahan ke 18,3 Juta KPM, Ini Wilayah yang Jadi Prioritas

Sepuluh tahun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, kepemimpinan Jokowi tidak memberikan banyak perubahan sistemik bahkan justru sebaliknya.

Disamping tidak mengedepankan sifat-sifat kemanusiaan, Jokowi merupakan sosok pribadi yang jauh dari ajaran hukum dan kurang paham nilai-nilai ketuhanan alias zalim.

Pandangan terkait figur Jokowi sebagai pemimpin yang zalim, merupakan salah satu spektrum pernyataan dari Buni Yani saat menjadi narasumber di sebuah siniar.

Kepada Reza Indragiri yang bertindak sebagai Tuan Rumah siniar, Buni Yani menganggap akar persoalan Roy Suryo CS serupa dengan pengalaman hidupnya secara pribadi.

Baca Juga: Benarkah Bansos PKH BPNT Tahap 2 Mulai Cair? Ini Golongan KPM yang Bisa Terima Rp400 Ribu di Hari Raya Idul Adha

Sejak pertengahan Jokowi menjabat sebagai Presiden, Buni yang merupakan Peneliti, Jurnalis dan Pegiat Kemanusiaan mengaku telah menemukan sejumlah kejanggalan.

Karena itu, melalui tulisannya di Facebook Buni berusaha menyampaikan perspektif kebenaran yang kemudian menyeretnya kepada konsekuensi dari perbuatan.

Meski didampingi oleh Yusril Ihza Mahendra sebagai Kuasa Hukum, Buni menakar seluruh proses hukum benar-benar sudah diabaikan oleh Jokowi lewat corong kekuasaan.

Akibat praktik Abuse of Power atau Penyalahgunaan Kekuasaan yang dilakukan oleh Jokowi, Buni terpaksa mendekam di sel tahanan serta menyandang label Terpidana.

Baca Juga: Sedang Menjadi Ancaman Mengerikan Bagi Anak dan Dewasa di Asia, Inilah Cara Mencegah Potensi Penyakit Moyamoya!

“Jokowi adalah orang yang sangat zalim, dia bisa melakukan apapun untuk kepentingan dia jadi sangat berbahaya,” ujarnya.

Selain dituding karena sudah melakukan pencemaran nama baik dan pelanggaran terhadap UU ITE, Buni juga dianggap melakukan ujaran kebencian berbasis SARA.

Bukti dari kezaliman Jokowi, menurut Buni juga terlihat dari putusan pengadilan yang sering bergonta-ganti pasal selama proses penegakan hukum.

Terkait dengan kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Roy Suryo CS, Buni melihat pola serupa sedang dilakukan oleh Jokowi melalui para pendukungnya.

Baca Juga: Wacana Pemakzulan Gibran Rakabuming Semakin Menguat, Politisi PDIP Ungkap Peluang Sukses Ide Forum Purnawirawan TNI

Karena itu meski proses hukum masih berjalan, Buni menduga peristiwa buruk di masa lalunya akan bisa ikut dirasakan oleh Roy Suryo CS.

Bentuk lain kezaliman Jokowi saat berkuasa, menurut Buni adalah merancang sel tahanannya bersama Rian Jombang yang divonis atas kasus Pembunuhan Berantai.

“Saya sudah berpengalaman, karena saya orang pertama yang dikriminalisasi di era Jokowi,” pungkasnya seperti dikutip Ayojakarta dari Forum Keadilan TV. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kriminalisasi
# Dugaan Ijazah Palsu
# Jokowi

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.