AYOJAKARTA.COM – Salah satu penyebab perkara dugaan ijazah palsu yang dimiliki Joko Widodo terus bergulir, adalah karena lemahnya peran Kapolri.
Dalam menangani kasus dugaan ijazah palsu milik Joko Widodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejatinya dapat dengan mudah melakukan pengungkapan.
Namun ironisnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru terkesan membiarkan kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo terus berputar sehingga semakin menjadi bola liar.
Baca Juga: Tarif Hanya Rp1 Spesial Hari Bhayangkara 2025! Yuk Pakai TransJakarta, MRT dan LRT
Hal tersebut dapat dilihat dari adanya kesan pembiaran yang dipilih oleh Polri terhadap pernyataan sejumlah kalangan.
Pernyataan terkait adanya dugaan keberpihakan Kapolri dalam perkara ijazah palsu tersebut, merupakan pandangan Ahmad Khozinudin.
Disampaikan saat menjadi narasumber di YouTube Forum KeadilanTV, Ahmad menganggap Kapolri kurang optimal dalam menjaga keseimbangan peran.
Kapolri dan jajaran dibawahnya, menurut Ahmad hanya perlu melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah nama yang kini tertanam dalam ingatan publik.
Melalui Beathor, Ahmad menilai Polri akan memiliki penyeimbang informasi terhadap berbagai pernyataan yang selama ini sudah dilakukan oleh kelompok TPUA.
Nama mantan Petinggi di Kementerian Desa dan sejumlah kader PDIP yang sempat disebut Beathor, menurut Ahmad perlu digali oleh Kepolisian.
Sehingga persoalan ijazah palsu tidak bercabang pada kesan munculnya intensi dan atensi, atau terus memburu kubu Roy Suryo CS namun mengabaikan Joko Widodo.
Memiliki peran cukup besar dalam mengungkap kasus ijazah palsu namun tidak digunakan, jabatan Kapolri yang melekat pada Jenderal Listyo Sigit perlu segera dicopot.
“Saya yakin kalau Kapolrinya ganti, nggak akan terjadi keributan ini dan proses ini akan menjadi terurai lagi,” ungkap Ahmad.
Terkait dengan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu, Ahmad menyebut kliennya telah menerima kembali undangan klarifikasi dari Polda Metro Jaya.
Dijadwalkan pada hari Rabu, 2 Juli 2025, Ahmad menyebut undangan terhadap kubu Roy Suryo CS telah diterima dalam banyak metode.
Selain melalui Pos, dan Paket, undangan untuk memenuhi panggilan Polda Metro Jaya ada juga yang dilakukan melalui pesan singkat.
Meski belum berencana melakukan tanggapan atas undangan tersebut, Ahmad menilai upaya mengarah pada kriminalisasi semakin terasa.
Sehingga upaya transparan dari Roy Suryo CS untuk melakukan pengungkapan ijazah palsu Joko Widodo justru mendekat pada dugaan kesalahan.
“Kita selama ini meluruskan benang yang kusut, tapi tidak direspon,” pungkas Ahmad dikutip Ayojakarta dari Forum Keadilan TV. ***

Share this article
Terkait dengan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu, Ahmad menyebut kliennya telah menerima kembali undangan klarifikasi dari Polda Metro