AYOJAKARTA .COM - Pernyataan Profesor Sofyan Effendi selaku Mantan Rektor UGM soal civitasnya yang tidak pernah menerbitkan ijazah atas nama Joko Widodo berujung tekanan.
Sebelumnya, dalam rekaman video yang diunggah akun Youtube Langkah Update, Profesor Sofyan Effendi menyebut Joko Widodo tidak pernah lulus atau Drop Out dari UGM.
Akibat pernyataannya tersebut, Profesor Sofyan Effendi mengaku mulai mengalami sejumlah tekanan serta diancam akan dilaporkan oleh Joko Widodo Lovers ke polisi.
Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2025: Simak Cara Pengajuan Secara Online dan Cek Status Diterima atau Tidak
Menyikapi tekanan tersebut, Profesor Sofyan Effendi yang berusia 80 tahun memilih untuk menarik seluruh pernyataannya.
Selain datang dari Jokowi Lovers, tanggapan kepada Profesor Sofian Effendi juga disampaikan langsung oleh Arie Sujito selaku Wakil Rektor UGM.
Menurut Arie, pernyataan Mantan Rektor UGM dalam video yang kemudian berbuah tekanan dari sejumlah kalangan merupakan dampak keputusan pribadi.
Dalam keterangannya kepada awak media, Arie menolak jika UGM ikut diseret dalam persoalan ijazah palsu yang dinilainya syarat dengan muatan politik.
Baca Juga: Siapa Terbanyak? Cek Jumlah Pendaftar Sekolah Kedinasan 2025 per 16 Juli Versi BKN
Pernyataan terkait kasus dugaan ijazah palsu milik Joko Widodo, selain disampaikan Wakil Rektor juga datang dari Ketua Dewan Guru Besar UGM Periode 2019-2021.
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Prof. Drs. Koentjoro,MBSc, Ph,D menilai kasus ijazah palsu merupakan panggung bermain bagi Jokowi.
Tanpa adanya kasus dugaan ijazah palsu yang saat ini menjadi perbincangan publik, Prof. Koentjoro yakin nama Jokowi sudah terkubur secara politik.
“Pak Jokowi bermain sandiwara dengan tidak menunjukkan ijazahnya, dia punya kepentingan yang lain, dan semakin punya panggung,” ujarnya.
Dampak besar yang ditimbulkan dari munculnya kasus dugaan ijazah palsu ini, menurut Prof. Koentjoro adalah rusaknya citra UGM sebagai institusi pendidikan.
Baca Juga: BTN Latih Seluruh Cabang Wujudkan Transparansi Total
Karena itu kasus dugaan ijazah palsu, menurut Ketua Dewan Guru Besar UGM perlu segera dituntaskan hingga ke akar permasalahan.
Terlepas dari benar atau tidaknya Jokowi merupakan lulusan UGM dan ijazah tersebut asli atau palsu, Profesor Koentjoro berharap seluruh pihak bisa bertindak lebih bijak.
Salah satu hal terpenting saat ini yang perlu dilakukan oleh seluruh pihak dan sedang berseteru adalah berhenti untuk saling memberi tudingan dan penyangkalan.
Selain sama-sama dapat menempatkan diri demi menjaga prinsip persatuan, seluruh pihak menurut Profesor Koentjoro harus bisa menjaga nilai kejujuran.
Disamping menjaga nilai-nilai kejujuran diri, hal lain yang dapat dilakukan agar kasus ini bisa selesai adalah dengan menghargai kemurnian dan kepakaran.
“Dalam UUD salah satu tugas Presiden adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, karena itu saya berpesan agar jangan membohongi rakyat,” tegas Profesor Koentjoro dikutip Ayojakarta dari Forum Keadilan TV. ***
Share this article
Akibat pernyataannya tersebut, Profesor Sofyan Effendi mengaku mulai mengalami sejumlah tekanan, apa saja?