AYOJAKARTA.COM – Situasi geopolitik dunia yang sedang diwarnai oleh Perang dan konflik, dapat mempengaruhi kehidupan Indonesia sebagai sebuah bangsa.
Perang Israel melawan Hamas, konflik Ukraina dengan Kroasia, Pakistan dan India hingga Kamboja melawan Thailand, seluruhnya turut mewarnai suasana di Indonesia.
Berada di sekitar negara tetangga yang sedang Perang, Indonesia harus tetap berkomitmen dengan Preambule sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Pernyataan terkait potensi keterlibatan Indonesia dalam perseteruan tersebut, merupakan pandangan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang.
Menurut Brigjen Frega selaku Kepala Biro Informasi dan Pertahanan Sekjen Kemenhan, Indonesia sudah menyatakan perang terhadap berbagai bentuk imperialisme dan kolonialisme.
Memilih bersikap untuk tidak memihak, menurut Brigjen TNI Frega tidak berarti bahwa bangsa Indonesia akan diam jika sudah menyangkut kedaulatan.
“Secara prinsip kita memang berpedoman pada UUD 1945, dan Kemenhan telah diamanahkan untuk menjaga kedaulatan, keamanan wilayah serta keselamatan bangsa,” jelasnya.
Baca Juga: Jadwal Tayang Variety Show 'Amazing Saturday', Yoona SNSD Seru-seruan Bareng Ahn Bo Hyun
Guna memastikan ketiga hal pokok tersebut tetap dapat berjalan, Presiden Prabowo melalui Kemenhan telah melakukan berbagai bentuk upaya persiapan.
Disamping menjalin dan membina hubungan yang bersifat strategis, Indonesia juga terus berusaha melakukan pemutakhiran teknologi alutsista.
Dengan jumlah penduduk yang relatif besar dan termasuk negeri yang kaya, bangsa Indonesia menurut Brigjen TNI Frega harus bersiap pada kemungkinan terburuk.
Menyikapi suasana perang yang kini terjadi di banyak negara, Brigjen TNI Frega menyebut Kemenhan telah mengambil sikap Si Vis Pacem Parabellum.
Merupakan ungkapan dari Plato yang disebarkan ulang oleh Vegetius Renatus lewat buku De Re Militari, Si Vis Pacem Parabellum bermakna siap perang karena cinta kedamaian.
Penggunaan adagium tersebut, menurut Brigjen TNI Frega merupakan bentuk paling aman untuk dapat menjaga tiga aspek penting yang diamanahkan kepada Kemenhan.
Salah satu bentuk langkah nyata yang telah dan terus ditingkatkan oleh Kemenhan dalam menyikapi situasi dunia hari ini adalah dengan memonitoring wilayah perbatasan.
Melalui peran dari para tentara dan pasukan pengamanan yang tersebar di banyak wilayah perbatasan, kedaulatan Indonesia dapat terus terpantau.
Selain memastikan keamanan negara dari upaya menguasai teritori, penempatan petugas juga dimaksudkan untuk menjaga potensi pelanggaran dari dalam.
Berbekal situasi negara yang sudah relatif damai, Indonesia dapat melakukan komitmen yang telah diamanahkan dalam Undang-Undang untuk ikut menjaga kedamaian dunia.
Sebagaimana saat perang Kamboja dan Thailand pernah didamaikan oleh Presiden SBY pada 8 Mei 2011, sikap Indonesia terhadap kedamaian tidak berubah. ***

Share this article
Situasi perang global picu kesiapsiagaan RI. TNI & Kemenhan siaga jaga kedaulatan, siap damai tapi waspada: Si vis pacem, para bellum.