AYOJAKARTA.COM – Geliat munculnya potensi praktik Abuse of Power atau penyalahgunaan kekuasaan, sudah mulai terlihat di periode kepemimpinan Presiden Jokowi.
Salah satu indikasi yang terlihat saat Jokowi masih menjabat Presiden adalah, pemberian privilege atau keleluasaan kepada sejumlah pengusaha tambang.
Melalui tangan pengusaha tambang yang mengajukan perijinan, Presiden Jokowi ditengarai mulai menanamkan benih hegemoni kekuasaan.
Disamping melakukan perluasan kekuasaan melalui pemberian kemudahan bagi pengusaha, praktik serupa juga diterapkan ke sejumlah lembaga negara.
Pernyataan terkait adanya dugaan praktik penyalahgunaan kekuasaan oleh Jokowi tersebut, merupakan pandangan Sudirman Said.
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, mantan menteri di era awal kepemimpinan Jokowi ini juga menyebut adanya pelemahan terhadap sejumlah parpol.
Dikenal sebagai salah satu sosok yang memiliki integritas dalam memberantas praktik mafia migas, Sudirman tidak bertahan lama di jajaran kementerian.
“Pada era Jokowilah KPK mengalami pelemahan, Partai politik dilumpuhkan, di era itu juga Polisi dijadikan sebagai bagian pemenangan Pemilu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sudirman menyebut proses keterlibatan sejumlah anggota keluarga dalam sistem di pemerintahan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
Salah satu bentuk penanganan perbedaan hingga terindikasi pembungkaman yang dilakukan Presiden Jokowi melalui Kaki-Tangannya adalah dengan memangkas kaum intelektualitas.
Selama berada di jajaran pemerintahan, Sudirman menilai bangsa Indonesia telah mengalami sebuah fenomena yang diistilahkan sebagai Black Hole atau Lubang Hitam.
Baca Juga: Tamat! Para Pemeran Drakor Law and The City Ucapkan Salam Perpisahan
Melalui perspektif tersebut, Sudirman Said menganggap berbagai kebaikan sistem tata kelola negara yang lahir dari proses Supernova atau Lahirnya Bintang Baru; telah disedot.
“Menurut saya kita ini mengalami kemunduran, dari 1908 terus naik dan berhenti saat era reformasi dan mulai mengalami penurunan,” imbuhnya.
Salah satu penyebab terjadinya kemunduran bagi bangsa Indonesia, menurut Sudirman terjadi karena berbagai pertimbangan.
Peran kaum intelektual yang disumpal, pakar ekonomi yang dikebiri, dan kesunyian di lini budaya kesenian; menambah keruhnya situasi politik akibat terus diperalat.
Baca Juga: Hati-Hati Berita Palsu! Prediksi Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3, Diperkirakan Oktober?
Dampak dari Lubang Hitam yang menghisap Indonesia sejak munculnya era Budi Utomo, membawa begitu banyak dampak merusak.
Selain demokrasi mengalami kemunduran, Black Hole akibat kepemimpinan politik yang kurang simpatik juga melahirkan lemahnya sendi-sendi bangsa Indonesia.
Mengalami kemunduran dalam berbagai bidang, salah satu penyebabnya menurut Sudirman mulai terlihat saat memasuki periode kedua kepemimpinan Jokowi.
Dampak dari berbagai kebijakan yang diambil tanpa melalui proses yang komprehensif, menyebabkan banyak bidang di negara Indonesia hari ini mengalami stagnasi.***
Baca Juga: Lomba Fotografi HUT RI Ke-80 Jakarta Pusat: Total Hadiah Jutaan Rupiah, Ini Jadwal dan Syaratnya

Share this article
Sudirman Said tuding Jokowi lakukan abuse of power, lemahkan KPK & parpol, beri privilege pengusaha tambang, hingga timbulkan kemunduran.