AYOJAKARTA.COM--Selain Kepala PPATK, Menko Polhukam Mahfud MD juga turut dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (27/3/2023).
Dalam pembicaraan tersebut, Jokowi meminta kepada Mahfud MD menjelaskan soal transaksi mencurigakan sebesar Rp349 triliun di lingkungan Kementerian Keungan
“Lalu yang khusus berdua dengan saya ada beberapa hal antara lain menyangkut soal temuan PPATK,” ujar Mahfud MD dikutip ayojakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Rabu (29/3/2023).
“Mengenai dugaan pencucian uang di Kementerian Keuangan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Mahfud MD menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo meminta agar dirinya hadir saat rapat dan menjelaskan dengan sejelas-jelasnya.
Terkait adanya dugaan pencucian uang di Kementerian Keuangan atas temuan dari PPATK.
Bukan hanya itu saja, Jokowi juga meminta kepada Menko Polhukam agar memberi pengertian kepada masyarakat tentang apa itu pencucian uang.
“Presiden meminta saya hadir, menjelaskan ke DPR dengan sejelas-jelasnya dan memberi pengertian kepada masyarakat tentang apa itu pencucian uang,” kata Mahfud MD.
Baca Juga: Jangan Sampai Anti Klimaks! Jazilul Fawaid Yakin Komisi III DPR Akan Membuka Misteri Rp 349 Triliun
Ia juga menyampaikan bahwa nantinya saat rapat bersama dengan DPR, dirinya akan blak-blakan tentang transaksi janggal Rp349 triliun temuan PPATK.
Hal ini menurutnya karena Presiden sudah menginstruksikan langsung agar tidak ada lagi yang ditutup-tutupi dan menghendaki keterbukaan informasi.
“Saya akan menjelaskan tanpa ada yang ditutup-tutupi karena Presiden kita menghendaki keterbukaan informasi,” ungkap Mahfud MD.
“Sejauh sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan ,” imbuhnya.
Mahfud MD juga menyatakan siap hadir pada rapat hari Rabu tanggal 29 Maret 2023 yang mana merupakan hari ini.
Ia mengatakan bahwa kehadiran dirinya mengikuti rapat bersama DPR, dirinya akan didampingi oleh Pejabat Eselon 1 Komite TPPU.
“Saya siap datang hari Rabu jam 2, dan saya akan didampingi oleh beberapa pejabat eselon 1 dari komite ketua nasional komite pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang,” jelas Mahfud MD.
“Yang diketuai saya, anggotanya ada beberapa menteri dan lembaga kita cukup ditemani oleh eselon, itu saja saya siap datang hari Rabu,” terangnya.
Sebelumnya Mahfud MD juga sempat memberikan tantangan terbuka kepada Anggota Komisi III DPR RI yang sempat berbicara agak keras dan lantang, terkait temuan transaksi Rp349 triliun oleh PPATK.
Seperti Benny K Harman, Arteria Dahlan, dan Arsul Sani untuk tidak mencari alasan ataupun absen pada rapat yang telah dijadwalkan pada hari Rabu 29 Maret 2023.***

Share this article
Bukan hanya itu saja, Jokowi juga meminta kepada Menko Polhukam agar memberi pengertian kepada masyarakat tentang apa itu pencucian uang