AYOJAKARTA.COM –- Bakal Calon Presiden (Bacapres) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yakni Anies Baswedan belum lama ini membagikan pandangannya tentang mobil listrik.
Sebagaimana yang diketahui, saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai tertarik dengan mobil listrik.
Terlebih, pemerintah turut mendukung penggunaan mobil listrik dengan memberikan subsidi sejak Maret lalu.
Menurut Anies Baswedan, penggunaan mobil listrik bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan lingkungan.
Terlebih, Anies Baswedan menyoroti orang-orang mampu yang seharusnya tidak mendapatkan subsidi mobil listrik.
“Solusi menghadapi masalah lingkungan hidup, apalagi soal polusi udara, bukan terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Kamis (11/5/2023).
Anies menjelaskan bahwasannya mobil listrik bukan menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga lingkungan.
Ini karena emisi karbon mobil listrik jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau kita hitung, sebagai contoh ketika sampai pada mobil listrik emisi karbon mobil listrik per kapita per km sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bis BBM. Karena bis membuat orang banyak, sementara mobil memuat orang sedikit,” tambahnya.
Selain itu, Anies juga menyinggung soal kepemilikan kendaraan masyarakat yang jumlahnya lebih dari satu.
Menurutnya, mobil listrik tidak akan menggantikan kendaraan yang sebelumnya sudah dimiliki oleh masyarakat.
Baca Juga: Waduh! Baliho Anies Baswedan di Jember Dirusak Orang, NasDem Gercep Laporkan ke Pihak Berwajib
“Ditambah lagi pengalaman kami di Jakarta, ketika kendaraan pribadi berbasis listrik dia tidak akan menggantikan mobil yang ada di garasinya. Dia akan menambah mobil di jalanan, menambah kemacetan di jalan,” tutupnya.***(Nisrina Harum Lestari)

Share this article
Terlebih, pemerintah turut mendukung penggunaan mobil listrik dengan memberikan subsidi sejak Maret lalu.