AYOJAKARTA.COM -- Jembatan Selat Sunda baru-baru ini tengah menjadi sorotan publik, bagaimana tidak jembatan ini disebut-sebut bakal menjadi proyek termegah di Indonesia.
Adapun jembatan ini dibangun bertujuan untuk menghubungkan dua pulau terbesar di Indonesia, yaitu Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Nantinya jembatan ini akan melintasi Selat Sunda dengan panjang sekitar 30 kilometer, jembatan ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.
Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah yang Mahasiswanya Paling Banyak Drop Out
Menariknya, proyek Jembatan Selat Sunda ini digadang-gadang akan menghabiskan dana sebesar Rp 224 triliun.
Jembatan Selat Sunda ini nantinya memiliki lebar sekitar 60 meter persegi, dengan 2x3 jalur lalu lintas, disertai dengan 2x1 jalur darurat.
Dilansir dari ayopalembang.com, Senin (24/7/2023) proyek Jembatan Selat Sunda diketahui telah diusulkan sejak tahun 1960 oleh Sedyatmo yang mencetuskan konsep Tri Nusa Bimasakti yaitu interkoneksi antara tiga pulau besar di Indonesia yakni Jawa, Sumatra, dan Bali.
Walaupun sudah lama direncanakan, proyek ini baru mendapat perhatian dari pemerintah pada tahun 2010.
Baca Juga: Pemkab Indramayu Akui Kecolongan soal Bisnis Milik Panji Gumilang yang Ternyata Ilegal
Rencananya jembatan ini akan dibangun dari Banten, lalu melalui Selat Sunda hingga tiba di kawasan Bakauheni, Lampung.
Dengan adanya jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas antara dua pulau, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kedua wilayah.
Selain akan menjadi jembatan terpanjang dan termewah, jembatan ini juga akan memberikan pemandangan yang spektakuler bagi para pengguna jalan.
Pengguna jalan yang melintasi jembatan ini akan disajikan indahnya pemandangan alam dari gunung dan lautan.
Baca Juga: Libur Nasional Hari Kemerdekaan RI ke-78 Bisa Libur sampai 5 Hari
Meski telah dirancang sedemikian rupa, proyek Jembatan Selat Sunda ini masih harus menghadapi berbagai tantangan dan pertimbangan yang harus diselesaikan dengan baik.
Salah satu tantangan terbesarnya yaitu adalah masalah teknis dan keamanan, mengingat jembatan ini akan dibangun melintasi wilayah yang rawan dengan bencana alam.
Sebagaimana diketahui, anak Gunung Krakatau yang hingga kini masih aktif di tengah-tengah Selat Sunda.
Tak hanya itu, masalah perawatan dan konservasi jembatan juga menjadi perhatian serius dan harus dapat diintegrasikan. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin saja timbul.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah Mudah untuk Kerja di BUMN, Gaji dan Karir Menjanjikan
Hingga kini rencana proyek Jembatan Selat Sunda masih perlu banyak pertimbangkan oleh pemerintah jika akan dibangun.***

Share this article
Jembatan Selat Sunda baru-baru ini tengah menjadi sorotan publik, bagaimana tidak jembatan ini disebut-sebut bakal menjadi proyek termegah.