AYOJAKARTA.COM - Kasus Paspampres yang diduga membunuh warga Aceh bernama Imam Masykur (25) tengah menghebohkan publik.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni turut memberikan tanggapan terkait oknum Paspampres yang membunuh warga Aceh tersebut.
Ahmad Sahroni mengaku sedih atas kejadian yang menimpa pemuda asal Non Keulayu, Kecamatan Gandapura, Bireun Aceh yang diduga dibunuh oleh oknum Paspampres.
Baca Juga: Ramai Kasus Viral Warga Aceh Dianiaya Oknum Paspampres, Hotman Paris Siap Bantu Korban!
Panglima TNI sendiri telah mengancam akan memberikan hukuman berat maksimal hukuman mati atau minimal penjara seumur hidup kepada pelaku yang tega menghabisi nyawa korban.
Namun, Ahmad Sahroni berpendapat agar hukuman tersebut dilakukan setelah adanya pemeriksaan dengan cara transparan untuk mengetahui apa yang terjadi mengapa sampai menyiksa korban hingga tewas.
Dilansir dari YouTube tvOneNews pada Selasa, 29 Agustus 2023, Ahmad Sahroni menduga adanya sebuah transaksi atau setoran yang tidak dipenuhi.
Sehingga pelaku berani memaksa korban untuk meminta uang sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban dan mengancam akan membunuhnya jika uang tidak diberikan.
“Pasti ada sesuatu hal misalnya mungkin ada sesuatu yang diduga ada setoran yang tidak cukup entah apa setorannya nanti diselidiki oleh Puspol TNI,” kata Ahmad Sahroni.
“Soalnya kalau masalah ekonomi semua pada prinsipnya sama, TNI sendiri anggota prajuritnya pun semua pada pokok porsinya sama, jadi saya ada curiga ada sesuatu yang dilakukan sampai akhirnya begitu kejamnya yang bersangkutan mematikan korban,” pungkasnya.
Sebelumnya, Imam Masykur diketahui telah diculik dan diduga dianiaya oleh personel Paspampres Praka RM.
Baca Juga: Panglima TNI Ancam Akan Hukum Mati Personel Paspampres yang Diduga Membunuh Warga Aceh
Penculikan Imam Masykur diketahui terjadi di daerah Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (12/8/2023).
Korban sebelumnya telah menghubungi keluarga untuk meminta ditransfer uang sebesar Rp 50 juta, jika tidak nyawanya akan terancam.
Kemudian, beberapa hari kemudian secara mengejutkan jenazah korban ditemukan di sebuah sungai di daerah Karawang, Jawa Barat oleh warga.***

Share this article
Ahmad Sahroni menduga adanya setoran yang tidak dipenuhi sehingga Paspampres tersebut berani memaksa korban meminta uang Rp50 juta.