AYOJAKARTA.COM - Hari Batik Nasional diperingati setiap tahunnya oleh bangsa Indonesia pada tanggal 2 Oktober.
Yang ternyata berhubungan dengan ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya LIsan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu.
Pada tanggal 1 Oktober 2019, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan surat edaran tentang pemakaian baju batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober.
Baca Juga: Geger! Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar Atas Dugaan KDRT, Terendus Keretakan Rumah Tangga?
Sejak saat itu setiap tahunnya hampir seluruh masyarakat Indonesia memakai baju batik pada Hari Batik Nasional 2 Oktober.
Tahun ini Hari Batik Nasional diperingati pada hari Minggu (2/10/2022).
Ada banyak sekali motif batik di Nusantara ini, hampir di setiap daerah mempunyai motif batik ciri khas masing-masing, tak terkecuali batik dari Jakarta.
Batik yang berasal dari Jakarta atau dikenal dengan batik Betawi merupakan batik yang mempunyai corak dan nilai tersendiri.
Berikut 5 motif batik Betawi yang lekat dengan Nilai Sejarah di Jakarta, dilansir ayojakarta.com dari laman resmi Kemendikbud pada Kamis (29/10/2022).
Baca Juga: Kesaksian Anak Jendral DI Panjaitan Saat G30S PKI: Ayah Saya Ditembak Dalam Kondisi Sedang Berdoa
1 Motif Batik Ondel-ondel
Seperti namanya motif ini menggunakan ondel-ondel sebagai gambar utamanya.
Ondel-ondel dipercayai oleh masyarakat Betawi sebagai penolakan bala dan pengusir makhluk halus yang tersesat.
Selain itu juga ondel-ondel dipercaya dapat menolak bala atau sesuatu yang bersifat buruk.
- Motif Batik Nusa Kelapa
Motif batik nusa kelapa dibuat untuk menggambarkan situasi Jakarta lama, saat itu daerah Jakarta lama merupakan daerah yang asri, banyak pepohonan, sawah yang sejuk, bahkan gunung pun terlihat.
Namun sekarang Jakarta sudah berubah menjadi kota yang padat penduduk, banyak polusi dan Gedung pencakar langit.
Nama motif batik nusa kelapa ini terinspirasi dari peta ceila yang dibuat pada tahun 1482-1521, tepatnya pada kepemimpinan pemerintah Prabu Siliwangi.
Dari peta itulah ditemukan nama asli Jakarta yaitu Nusa Kelapa, yang kemudian berubah menjadi Sunda Kelapa, lalu berubah Jayakarta hingga Batavia dan akhirnya sekarang menjadi Jakarta.
3 Motif Batik Ondel-Ondel Pucuk Rebung
Motif batik ondel-ondel pucuk rebung dibuat untuk menggambarkan bahwa masyarakat Betawi merupakan orang yang jujur dan apa adanya.
Gambar ondel-ondel diletakkan di tengah kain, dan pucuk rebung digambarkan di bagian tepi kain. Motif ini biasanya menggunakan warna dasar hijau dan biru.
Motif ini juga menjadi seragam wajib saat pemilihan Abang-None sebagai busana bawahan None Jakarta.
- Motif Batik Rasamala
Pada zaman dahulu masyarakat Betawi mempercayai bahwa rasamala merupakan pohon sakral yang dapat memberikan perlindungan.
Tepatnya di Pelabuhan Sunda Kelapa pada kala itu masih ditumbuhi dengan pohon rasamala yang begitu lebat dan mempunyai bau yang sangat menyengat seperti kemenyan.
Motif batik ini menggambarkan kejadian saat Belanda pertama kali masuk ke wilayah Batavia melewati Pelabuhan Sunda Kelapa yang pada saat itu ditumbuhi pohon rasamala.
- Motif Batik Ciliwung
Motif batik ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang tinggal di tepian sunga Ciliwung.
Batik ini mempunyai filosofi yang mendalam yaitu berharap bagi siapa saja pemakainya akan menjadi pusat perhatian dan juga rezeki yang mengalir seperti aliran sungai Ciliwung.
Itulah 5 motif batik Betawi yang mempunyai nilai sejarah DKI Jakarta, cocok dipakai untuk memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober 2022.***

Share this article
Pada tanggal 1 Oktober 2019, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan surat edaran tentang pemakaian baju batik.