AYOJAKARTA.COM – Sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat siang tadi, Rabu 7 Desember 2022, diwarnai perbedaan keterangan antara Ferdy Sambo dan Richard Eliezer alias Bharada E.
Ferdy Sambo (FS) hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) sebagai saksi atas terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir keluarga FS, Kuat Ma’ruf, dan Ricky Rizal alias Bripka RR, mantan ajudan FS.
Bersama dengan istrinya, Putri Candrawathi, Ferdy Sambo juga menjadi tersangka perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua atau Brigadir J.
Dalam sidang, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Richard Eliezer menganggapi kesaksian Ferdy Sambo.
Bharada E menyebut keterangan yang diberikan Ferdy Sambo dalam banyak yang salah. Sebagai contoh, Richard membantah keterangan FS yang menyuruhnya dengan kata ‘Hajar Chard’.
Baca Juga: Gempa Jember Skala Magnitudo 6,0 Daryono BMKG Ingatkan Tsunami dan Gempa Sumba 1977
Menurut Richard Eliezer, Ferdy Sambo memberikan perintah dalam bentuk menyuruh menembak.
“Bahwa tidak ada, tidak benarnya itu karena yang sebenarnya kan beliau mengatakan kepada saya dengan keras, dengan teriak juga Yang Mulia, dia mengatakan kepada saya untuk ‘Woy kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat kau tembak!’,” ujar Richard.
Selain itu, seperti dilansir pmjnews.com, Bharada E mengatakan Ferdy Sambo juga menembak Brigadir J saat peristiwa penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga pada tanggal 8 Juli 2022 lalu.
Menurut Richard Eliezer, dirinya tidak menembak sebanyak lima kali saat itu “Saya melihat beliau menembak ke arah Yosua, Yang Mulia. Dan saya juga tidak menembak sebanyak lima kali. Terima kasih, Yang Mulia,” kata Bharada E.
Penembakan Versi Ferdy Sambo
Seperti ditayangkan oleh kanal YouTube Kompas TV, Dalam kesaksiannya, Ferdy Sambo menceritakan versinya tentang kejadian penembakan terhadap Yosua.
“Saya masuk ke dalam, ketemu Kuat. Saya sampaikan ke Kuat, ‘Mana Yosua, panggil,” kata Ferdy Sambo menceritakan.
“Setelah itu Yosua masuk bersama Kuat, dan Ricky di belakangnya. Begitu masuk, saya sudah emosi waktu itu karena mengingat perlakukan Yosua kepada istri saya,” kata Ferdy Sambo.
“Saya kemudian berhadapan dengan Yosua. Saya sampaikan ke Yosua ‘Kenapa kamu tega sama Ibu’?” tanya Ferdy Sambo kepada Yosua.
Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Andika Murka: Kronologi Mayor Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad
Melanjutkan ceritanya, Ferdy Sambo mengaku jawaban Yosua tidak seperti yang diharapkan.
“Dia (Yosua) malah menanya balik, ‘ada apa komandan’, seperti menantang. Saya kemudian lupa, tidak bisa mengingat lagi. Saya bilang, ‘kamu kurang ajar’,” kata Ferdy Sambo.
Lantas Ferdy Sambo mengatakan, “saya perintahkan Richard, untuk hajar Chard.”
“Bagaimana cara saudara memerintahkan Richard?” tanya Hakim.
“Hajar Chard, kamu hajar Chard. Kemudian ditembaklah Yosua, sambil maju, sampai roboh. Itu kejadian cepat sekali, tidak sampai sekian detik Karena cepat sekali penembakan itu.”
“Saya kaget, kemudian saya sampaikan, setop berhenti. Begitu melihat Yosua jatuh kemudian sudah ada berlumuran darah, saya jadi panik yang Mulia. Saya tidak tahu bagaimana harus menyelesaikan penembakan ini.”
“Terus,” tanya Haikim.
“Kemudian saya berpikir, dengan pengalaman saya, yang paling memungkinkan bahwa peristiwa penembakan ini adalah tembak-menembak Yang Mulia. Akhirnya kemudian saya melihat ada senjata Yosua di pinggang, saya kemudian mengambil dan mengarahkan tembakan ke dinding.”

Share this article
Sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua di PN Jaksel diwarnai perbedaan keterangan antara Ferdy Sambo dan Richard Eliezer.