AYOJAKARTA.COM – Sidang terkait kasus pembunuhan Brigadir J memasuki babak baru di penghujung tahun 2022. Sidang terkait kasus pembunuhan Yosua ini telah memasuki fase pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang sudah ramai sejak pertengahan Oktober 2022 pada saat sidang perdana dibuka, masih menjadi sorotan, dikarenakan kasus yang masih bergulir hingga hari ini yang melibatkan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Eliezer.
Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ahli ini menampilkan ahli balistik dan ahli poligraf pada sidang yang berakhir dengan komedi.
Baca Juga: Mengejutkan! Soal Hubunganya dengan Yosua, Putri candrawathi Sebut Yosua Sudah Dianggap Sebagai...
Bisa disebut seperti itu lantaran saat ahli poligraf bersaksi dan ditanggapi oleh Kuat Maruf, riuh tawa sontak terdengar sebagai reaksi setelah Om Kuat, sebutan akrab Kuat Maruf memberikan tanggapan.
Dikutip dari siaran langsung kanal Youtube Kompas TV oleh ayojakarta.com pada 14 Desember 2022, berikut rangkuman full tawa di tengah sidang yang bergulir di PN Jakarta Selatan.
Poligraf yang merupakan uji kebohongan, adalah tes yang digunakan pada penyelidikan di kepolisian untuk menyelidiki sebuah kasus, apakah perkataan saksi maupun tersangka jujur atau tidak.
Fase menghadirkan saksi ahli berupa ahli poligraf adalah babak baru yang ditunggu oleh banyak pihak pasalnya banyak yang mulai mempertanyakan skor kebohongan dari Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer atau yang disebut Bharada E yang merupakan Justice Collaborator.
Aji Fibriyanto yang merupakan ahli poligraf yang ditunjuk oleh Jaksa untuk bersaksi menjelaskan hasil tes poligraf terhadap lima terdakwa, dan indikator disebut bohong maupun jujur.
“Untuk Bapak FS nilai total minus 8, PC minus 25. Untuk Kuat kita lakukan dua kali pemeriksaan, pertama adalah plus 9 yang kedua minus 13. Ricky kita lakukan dua kali juga, pertama plus 11 yang kedua plus 19. Untuk terdakwa Richard plus 13 satu kali (pemeriksaan),” ucap Aji Fibriyanto.
Setelah itu, saat Jaksa bertanya apa maksud dari hasil tes poligraf tersebut, Aji Fibriyanto menjelaskan bahwa apabila memiliki nilai minus diartikan bohong, dan apabila jujur akan memiliki hasil plus.
Bahkan ahli poligraf tidak hanya menginformasikan hasil tes kebohongan, tetapi juga pertanyaan terkait mengapa Kuat Maruf memiliki dua hasil yang berbeda.
“Untuk saudara Kuat, pertanyaan relevannya adalah, apakah kamu memergoki persetubuhan Ibu Putri dengan Yosua, (jawabannya) tidak, jujur,” ucap Aji Fibriyanto.
Sementara untuk pemeriksaan kedua yang dilakukan terhadap Kuat Maruf, Aji Fibriyanto menuturkan pertanyaannya adalah, apakah kamu melihat Ferdy Sambo menembak Yosua, dan Kuat Maruf menjawab tidak yang mana Kuat Maruf terindikasi berbohong pada tes kedua.
Hal ini akhirnya ditanggapi langsung oleh Kuat Maruf yang terheran atas hasil tes kebohongan yang telah ia jalani, dimana ia tidak merasa berbohong.
“Bahwa saya sudah jujur saya tidak melihat, tapi kok di poligraf kok masih berbohong?” Tanya Kuat Maruf yang disusul gelak tawa seluruh orang di ruang persidangan bahkan Hakim.***

Share this article
Di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan agenda pemeriksaan saksi ahli ini menampilkan ahli balistik, ahli poligraf pada sidang Kuat Maruf