AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir Joshua atau Brigadir J hingga kini masih menjadi misteri.
Dan tentunya kematian Joshua menjadi kepedihan bagi orang-orang yang mencintainya.
Terlebih orang tua Joshua, yakni Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat.
Yang mana di momen perayaan Natal, kebanyakan keluarga selalu merayakan dengan orang terkasihnya.
Namun, pada Natal kali ini keluarga Brigadir J harus melaluinya tanpa kehadiran salah satu anggota keluarganya.
Dengan pilu, Rosti mencurahkan isi hatinya mengenai momen Natal tanpa sang anak tercintanya.
Yang mana telah direnggut nyawanya dengan paksa.
Yakni ditembak di rumah majikannya sendiri dengan cara yang keji.
Kepedihan berulang kali diucapkan oleh ibunda Joshua.
Baca Juga: Rencana Kubu Ferdy Sambo Gugurkan Status Justice Collaborator Richard Eliezer dengan Cara Ini
Lalu Rosti menceritakan tentang mimpinya yang didatangi oleh Brigadir Joshua sebelum perayaan Natal.
"Tiga hari sebelum momen Natal anakku datang kepadaku menangis histeris, di dalam mimpiku dia datang," cerita Rosti sambil menangis dikutip dari YouTube MetroTV.
Ibu dari Joshua pun menceritakan bahwa di mimpi, sang anak menarik tangan dan menunjukkan lubang yang ada pada dirinya.
"Menarik tangan mamanya, menunjukkan semua lubang yang ada di tubuhnya, di kepalanya," imbuhnya.
"Dengan berteriak dia, 'mamaa tolong saya'," terangnya menirukan Joshua di mimpinya.
Kemudian ibunda Brigadir J mengungkapkan bahwa sebenarnya dia tidak sanggup hadir untuk menceritakan mimpinya itu.
Namun sang suami membujuknya agar bersedia datang pada acara tersebut.
Ibunda Joshua lalu mengatakan, Joshua juga sempat meminta tolong kepada dirinya.
"Ini lho mah, mama tidak bisa menolong saya. Mama tidak tolong saya dengan hujanan, dihujanan peluru dengan mata terbuka mama," ungkap Rosti sambil histeris.***

Share this article
Dengan pilu, Rosti mencurahkan isi hatinya mengenai momen Natal tanpa sang anak tercintanya, Brigadir Joshua.