AYOJAKARTA.COM-- Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua semakin terkuak. Dalam pemeriksaan sidang terdakwa Richard Eliezer, Bharada E mengakui telah menembak Yosua sebanyak 3 hingga 4 kali.
Namun, usai Yosua jatuh tertembak peluru Eliezer, Ferdy Sambo langsung maju dan menodongkan senjata api ke arah Yosua dan ikut melontarkan peluru.
Dalam kronologi yang dipaparkan Eliezer, Ferdy Sambo sempat berjongkok dan menembak ke arah dinding di atas tangga dengan senjata Yosua, lalu menyatukan senjata itu ke tangan Yosua yang terkapar.
Menariknya, Eliezer bercerita setelah kejadian itu Sambo langsung keluar rumah dan berteriak memarahi para ajudannya.
"Setelah penembakan itu apa yang terjadi," tanya hakim Wahyu Iman Santoso.
"Pak Sambo langsung keluar Yang Mulia," kata Eliezer.
"Terus menjemput terdakwa Putri Candrawathi?," tanya hakim Wahyu.
"Belum Yang Malia," ucap Eliezer.
Baca Juga: Ibunda Bharada E Sampaikan Harapan Tak Terduga Terkait Nasib Richard Eliezer, Begini Katanya
"Saat dia keluar dia teriak ke kita semua. Kalian tidak bisa jaga ibu," imbuh Eliezer yang dilansir dari Youtube kompasTV Pontianak, (5/1/2023).
"Pada saat itu ada tiga orang di dalam," tanya kembali hakim Wahyu.
"Hanya tiga orang Yang Mulia, saya, Ricky, dan Kuat Maruf," ujar Eliezer.
Mendengar hal tersebut, lantas hakim pun heran dan menanyakan keberadaan Adzan Romer, ajudan Ferdy Sambo yang lainnya.
Baca Juga: Periksa Rumah Dinas Ferdy Sambo di Kompleks Duren Tiga, Tim Hakim dan JPU Temui Banyak Botol Miras
Richard pun menjawab bahwa saat itu ajudan Adzan Romer ada setelah Ferdy Sambo keluar dari rumah usai kejadian.
"Adzan Romer kapan masuk?," tanya hakim Wahyu.
"Nanti setelah Pak Sambo keluar Yang Mulia," pungkas Eliezer dalam sidang.***

Share this article
Terungkap dalam sidang begini reaksi Ferdy Sambo Sambo usai peristiwa penembakan Brigadir Yosua yang berujung pada kematiannya