AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu silam terjadi bentrokan antara WNA dengan WNI di PT. GNI, Morowali Utara, Sulawesi Tengah (14/1/2023), yang memakan korban dua orang yaitu satu warga negara asal Cina dan seorang pekerja lokal.
Ternyata peristiwa itu dipicu oleh kejadian sebelumnya yang menewaskan dua orang pekerja, Nirwana dan Made yang terjebak di dalam crane akibat meledaknya sebuah tungku hingga menyulut api yang besar.
Mereka terpanggang di dalam crane kurang lebih selama empat jam, hingga saat dievakuasi jasad keduanya telah menjadi abu dan hanya menyisakan beberapa tulang saja.
Baca Juga: Bentrokan Antara Pekerja Lokal Dengan Asing, Dua Orang Tewas!
Peristiwa itu terjadi pada 22 Desember 2022, pukul 03.00 WITA, PT. GNI mengalami kebakaran hebat hingga membuat semua para pekerjanya berhamburan keluar dan menyelamatkan diri.
Ketika sudah di luar, mereka mendengar jeritan dari sebuah crane yang kira-kira berada di lantai lima. Dan akhirnya mereka sadar bahwa di sana masih ada operator yang sedang bekerja.
Api baru bisa dipadamkan pada pukul tujuh pagi dan terdapat jenazah yang diidentifikasi sebagai Nirwana dan Made. Keduanya dikebumikan dengan iringan teman-temannya yang penuh dengan isak tangis.
Baca Juga: Kocak! Oknum Polisi Curi Motor Polisi di Kantor Polisi dan Ditangkap oleh Polisi
Dikutip Ayojakarta dari aku Twitter @miskinilmu para pekerja menuntut adanya pertanggung jawaban dari pihak perusahaan terhadap faktor aspek keselamatan pekerjanya.
Buat yang belom tau & penasaran terkait Bentrok Kelompok Karyawan PT GNI (Gunbuster Nickel Industry) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. TRIGERnya bermula dari kasus Nirwarna Selle. Demo pekerja menuntut: 1. Kesehatan Kerja 2. Keselamatan Kerja. 2. Kesejahteraan Karyawan/ Upah. pic.twitter.com/8Jnr3dG3Qb— Tim Han Ji Pyeong ???????? (@miskinilmu)16, 2023
Adapun beberapa tuntutan para pekerja sebagai berikut:

Share this article
Kematian tragis Nirwana dan Made menjadi pemicu awal tuntutan para pekerja PT GNI yang berakhir dengan bentrokan dengan sesama pekerja