AYOJAKARTA.COM - Pemerintah akhirnya memastikan rencana penerapan sekolah daring yang sempat menjadi wacana resmi dibatalkan.
Pembatalan rencana ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
Sebelumnya, wacana sekolah daring ini sempat muncul di tengah upaya pemerintah untuk menghemat energi di tengah krisis global akibat konflik Timor Tengah.
Keputusan ini disampaikan setelah melalui berbagai pertimbangan lintas sektor, seperti Menteri Dikdasmen dan Menag.
Baca Juga: Soal Skema WFH 1 Hari Tiap Pekan, Mendagri Tito Karnavian: Tunggu Laporan ke Presiden Prabowo Dahulu
Dari keputusan tersebut maka dinyatakan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa.
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," ujar Pratikno.
Pratikno mengakui bahwa dalam diskusi sempat membahas kemungkinan penerapan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring dalam kegiatan belajar mengajar.
Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan bagi siswa, maka dilakukan pembicaraan lintas kementerian dan menghasilkan keputusan bahwa pembelajaran daring tidak menjadi sebuah urgensi untuk saat ini.
Dengan keputusan ini, diharapkan tidak ada lagi kebingungan di tengah masyarakat terkait rencana sekolah daring.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan yang diambil telah melalui kajian matang dan mengutamakan kepentingan siswa di seluruh Indonesia.***

Share this article
Pembatalan wacana sekolah daring ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.