JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Tiap tambahan 2 porsi daging olahan per-minggu bisa meningkatkan risiko kematian hingga 3 persen dibanding mereka yang tidak mengonsumsi daging olahan. Dan hal ini berlaku sama untuk tiap tambahan 2 porsi daging tanpa diolah.
Risiko penyakit kardiovaskular meningkat hingga 8 persen tiap 2 porsi dari daging olahan tiap minggunya. Sementara risiko meningkat 3 persen pada daging merah tanpa diolah, dan 4 persen pada daging unggas. Namun daging ikan sama sekali tak terkait dengan risiko penyakit jantung. Hal itu terungkap dalam studi mengevaluasi perbedaan dampak dari daging merah, daging unggas, dan daging ikan segar pada risiko kematian dan kesehatan kardiovaskular, demikian dikutip dari Medical News Today.
AYO BACA : Badmood? Makanan Ini Jadi Mooodbooster
Daging olahan selama ini dikenal sebagai musuh bagi kesehatan kardiovaskular, karena dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian. Victor W. Zhong, PhD, dari Cornell University di New York, beserta tim, menemukan fakta bahwa konsumsi daging merah dan unggas segar memiliki keterkaitan dengan kejadian penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, daging ikan sama sekali tidak berpengaruh kepada kejadian penyakit kardiovaskular.
Hasil ini didapat dengan melakukan studi prospektif lanjutan yang dilaksanakan di seluruh Amerika Serikat dengan total responden 29.682 orang dewasa yang tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. Responden terdiri dari 44 persen lelaki dan peneliti merekam data kesehatan mereka antara tahun 1985-2002, dan mengikuti kesehatan mereka secara klinis selama 30 tahun hingga 31 Agustus 2016.
AYO BACA : Ini Bahaya Gula Berlebih bagi Gigi dan Mulut
Para peserta akan dikaji dari konsumsi rata-rata 113,3 gram daging merah atau unggas tanpa diolah atau 85 gram daging ikan. Sebagai perbandingan, mereka juga dikaji untuk setiap konsumsi daging olahan.
Selama kurun waktu tersebut, ada 6.963 kasus penyakit jantung, dengan 38,6 persen kasus penyakit jantung koroner, 25 persen stroke, dan 34 persen termasuk gagal jantung.
"Hasil utama yang dicari oleh para ilmuwan adalah risiko yang terkait dengan penyakit kardiovaskular dan kematian berbagai penyebab lebih dari 30 tahun di antara orang-orang yang mengonsumsi makanan-makanan berbeda ini, dan juga perbedaan antara risiko absolutnya dalam periode yang sama," tulis situs tersebut.
Oleh karena itu, mereka menghitung kembali risiko dari setiap porsi makanan dengan menambah dua asupan porsi per minggu. Ditemukan 7 persen lebih tinggi kematian yang terkait dengan penyakit kardiovaskular.
"Mereka yang mengonsumsi lebih banyak porsi daging setiap minggunya memiliki risiko yang lebih besar," kata para peneliti.
AYO BACA : Ini Tanda Kamu Kurang Vitamin D

Share this article
iap tambahan 2 porsi daging olahan per-minggu bisa meningkatkan risiko kematian hingga 3 persen dibanding mereka yang tidak mengonsumsi daging olahan. Dan hal ini berlaku sama untuk tiap tambahan 2 porsi daging tanpa diolah. Risiko penyakit kardiovaskular meningkat hingga 8 persen tiap 2 porsi dari daging olahan tiap minggunya. Sementara risiko meningkat 3 persen pada daging merah tanpa diolah, dan 4 persen pada daging unggas. Namun daging ikan sama sekali tak terkait dengan risiko penyakit jantung. Hal itu terungkap dalam studi mengevaluasi perbedaan dampak dari daging merah, daging unggas, dan daging ikan segar pada risiko kematian dan kesehatan kardiovaskular, demikian dikutip dari Medical News Today.